Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Dekonstruksi Inspiration Porn: Analisis Wacana Kritis Model Van Dijk terhadap Representasi ABK Berdaya Ekonomi pada Instagram Ridha Nazharullah; Haris Fadilah; Shapiah Shapiah; Lisya Ramitha Putri
Takuana: Jurnal Pendidikan, Sains, dan Humaniora Vol. 5 No. 1 (2026): Takuana (April-June)
Publisher : MAN 4 Kota Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56113/takuana.v5i1.581

Abstract

This study aims to deconstruct the phenomenon of inspiration porn through the representation of Children with Special Needs (ABK) on the Instagram account @abk.umkm.indonesia. The primary issue addressed is the ethical ambiguity in sharenting practices and the potential for disability commodification within digital spaces. The research utilizes Teun A. van Dijk's Critical Discourse Analysis (CDA) with a qualitative-interpretative approach. The multimodal data consists of caption texts, visual video elements, and audio narratives. A purposive sampling technique was applied, selecting all 145 posts from January 2024 to January 2026 that achieved above-average interaction rates. Data collection was conducted through digital documentation, text scrapping, video transcription, and passive participant observation. Findings reveal a paradigm shift in representation from "pity objects" to empowered "economic agents". Textually, the account consistently employs empowerment diction and professional visualizations to highlight creative potential . Cognitively, the account managers demonstrate a conscious effort to break the stigma by emphasizing the commercial value of the children's work. In a social context, this practice serves as a resistance discourse against systemic ableism. However, a paradox of positive commodification remains, where disability identity is utilized as a Unique Selling Point (USP) to capture algorithmic attention. This study concludes that while the account successfully re-brands disability identity, it still leaves a challenge regarding conditional social acceptance, which requires individuals with special needs to constantly appear productive.
Peningkatan Kompetensi Guru Pembimbing Khusus (GPK) melalui Pelatihan Terapi Perilaku (ABA) untuk Membangun Lingkungan Belajar yang Positif dan Efektif bagi Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) Ridha Nazharullah
ABDI UNISAP: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2025): ABDI UNISAP: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : UPT Publikasi dan Penerbitan Universitas San Pedro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59632/abdiunisap.v3i2.532

Abstract

Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk mengatasi kesenjangan kompetensi (skill gap). Guru Pembimbing Khusus (GPK) di SDIT Al-Firdaus Banjarmasin dalam manajemen perilaku Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) yang selama ini didominasi oleh pendekatan intuitif (trial and error). Kesenjangan ini menyebabkan intervensi perilaku yang dilakukan seringkali tidak efektif dan tidak tepat sasaran. Metode Pelaksanaan dilaksanakan melalui lokakarya (workshop) interaktif selama satu hari yang berfokus pada transfer pengetahuan Applied Behavior Analysis (ABA), termasuk model A-B-C dan Analisis Fungsional Perilaku (FBA). Metode evaluasi menggunakan desain pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pengetahuan, serta studi kasus untuk mengukur peningkatan keterampilan. Tindak lanjut program dijamin melalui pembentukan forum pendampingan (online group monitoring) pasca-pelatihan. Hasil menunjukkan bahwa pelatihan ini memiliki efektivitas yang signifikan dalam meningkatkan kompetensi GPK. Peningkatan Pengetahuan: Terdapat peningkatan skor post-test rata-rata sebesar 33.34 poin, dari 45.33 (pre-test) menjadi 78.67 (post-test). Secara statistik, peningkatan ini signifikan (p=0.001), dengan nilai Gain Score (G) 0.602 yang termasuk kategori "Sedang". Peningkatan Keterampilan: Indikator keterampilan tercapai, dibuktikan dengan 80% (12 dari 15) peserta mampu menyusun Rencana Intervensi Perilaku (BIP) sederhana yang berbasis fungsi perilaku. Hal ini menandakan pergeseran GPK dari penanganan reaktif menjadi penyusun intervensi proaktif. Relevansi Materi: Kuesioner menunjukkan tingkat kepraktisan materi dinilai tinggi oleh peserta, dengan skor rata-rata 4.15 (dari 5.0). Simpulan kegiatan PKM ini adalah berhasil secara signifikan meningkatkan kompetensi GPK dalam analisis perilaku dan penyusunan intervensi terstruktur. Rekomendasi utama untuk keberlanjutan adalah pentingnya pendampingan klinis berkala pasca-pelatihan dan pengadaan pelatihan berjenjang untuk memperdalam penguasaan teknik intervensi lanjutan.
Implementasi Program Literasi Berbasis Empat Keterampilan Berbahasa dalam Kompetisi Bahasa di MI dan MTs Al Azhar Pulau Sugara Kecamatan Alalak Kabupaten Barito Kuala Ridha Nazharullah; Lisya Ramitha Putri
Jurnal Pengabdian Masyarakat (JUDIMAS) Vol. 4 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat STIKes Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54832/judimas.v4i2.827

Abstract

Program literasi berbasis empat keterampilan berbahasa dalam kompetisi bahasa diterapkan di MI dan MTs Al Azhar Pulau Sugara untuk mengatasi rendahnya minat baca dan kemampuan analitis siswa. Metode pelaksanaan program ini terdiri dari empat tahapan utama: perencanaan, sosialisasi dan sosio-edukasi, pelaksanaan kompetisi, serta evaluasi dan tindak lanjut. Hasil program menunjukkan bahwa kompetisi bahasa ini efektif menjadi katalisator dalam menstimulasi minat siswa terhadap keterampilan menyimak, berbicara, membaca, dan menulis secara komprehensif. Pendekatan ini berhasil meningkatkan kepercayaan diri siswa dengan memanfaatkan konten berbasis kearifan lokal serta menerapkan diferensiasi fokus antara jenjang MI dan MTs. Meskipun terdapat kendala keterbatasan bahan bacaan dan akses digital, madrasah berhasil mengatasinya melalui optimalisasi perpustakaan dan strategi guru sebagai role model. Secara keseluruhan, program ini berhasil mengubah budaya madrasah dari pasif-informatif menjadi aktif-literat. Program ini disarankan untuk dijadikan sebagai agenda rutin tahunan dalam kalender akademik madrasah.