Meningkatnya persaingan dalam industri kecantikan mendorong setiap merek untuk mengembangkan strategi komunikasi digital yang mampu membangun kesadaran merek secara efektif. TikTok menjadi salah satu platform yang banyak dimanfaatkan karena memiliki karakteristik konten yang interaktif, cepat menyebar, dan mampu menjangkau audiens yang luas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi pengelolaan konten TikTok dalam membangun brand awareness pada akun @lumecolors . Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus dan paradigma konstruktivisme. Informan penelitian terdiri atas empat konten Creator internal Lumecolors dan enam pengguna aktif TikTok yang mengikuti akun @lumecolors, yang dipilih melalui teknik purposive sampling . Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi pengelolaan konten yang memadukan konten berbasis tren, storytelling , dan Employee-generated content mampu meningkatkan jangkauan, keterlibatan audiens, serta memperkuat pengenalan merek. Keberhasilan strategi tersebut didukung oleh kemampuan pembuat dalam menghasilkan konten yang relevan dengan karakteristik audiens dan mengikuti dinamika algoritma TikTok. Meskipun demikian, perubahan tren yang cepat, tuntutan konsistensi produksi konten, dan tingginya persaingan antarkonten menjadi tantangan utama dalam mempertahankan efektivitas strategi komunikasi digital. Penelitian ini menegaskan bahwa pengelolaan konten yang adaptif, kreatif, dan berorientasi pada kebutuhan audiens merupakan faktor penting dalam membangun brand awareness melalui media sosial, sekaligus memberikan pentingnya praktis bagi perusahaan dalam merancang strategi komunikasi pemasaran digital yang lebih efektif.Kata-kata Kunci: TikTok, strategi pengelolaan konten, kesadaran merek , komunikasi pemasaran digital, studi kasus
Copyrights © 2026