Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan Computational Thinking siswa sekolah dasar pada pemecahan masalah matematika. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Subjek penelitian adalah seluruh siswa kelas V SD Negeri Inauga Sempan Timika, Kabupaten Mimika, Papua Tengah. Instrumen yang digunakan berupa tes Computational Thinking yang disusun berdasarkan empat indikator, yaitu decomposition, pattern recognition, abstraction, dan algorithmic thinking. Data dianalisis menggunakan teknik deskriptif kuantitatif dengan menghitung persentase capaian setiap indikator dan mengelompokkannya ke dalam kategori tinggi, sedang, dan rendah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan Computational Thinking siswa secara keseluruhan berada pada kategori sedang dengan persentase sebesar 76,16%. Indikator decomposition memperoleh capaian tertinggi sebesar 82,14% dengan kategori tinggi, sedangkan indikator algorithmic thinking memperoleh capaian terendah sebesar 69,64% dengan kategori sedang. Sementara itu, indikator pattern recognition dan abstraction masing-masing memperoleh persentase sebesar 78,57% dan 74,29% dengan kategori sedang. Temuan tersebut mengindikasikan bahwa siswa telah memiliki kemampuan Computational Thinking yang cukup baik, namun masih memerlukan penguatan, terutama pada aspek algorithmic thinking. Oleh karena itu, pembelajaran matematika perlu dirancang untuk mengembangkan kemampuan berpikir komputasional secara lebih optimal.
Copyrights © 2026