Gangguan berbicara pada anak usia dini dapat menghambat perkembangan komunikasi, interaksi sosial, dan kesiapan belajar apabila tidak dikenali serta ditangani sejak awal. Penelitian ini bertujuan menganalisis pemahaman dan pengetahuan orang tua mengenai gangguan berbicara pada anak usia dini. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik wawancara semi-terstruktur terhadap orang tua yang memiliki anak berusia empat tahun dengan gangguan berbicara. Data dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa orang tua mampu mengenali keterlambatan berbicara anak, memahami beberapa faktor penyebab seperti kondisi kesehatan, lingkungan keluarga, dan interaksi sosial, serta melakukan stimulasi bahasa melalui komunikasi rutin, pembacaan cerita, pengenalan benda, pembatasan penggunaan gawai, dan konsultasi dengan tenaga kesehatan. Namun, pemahaman orang tua masih perlu diperkuat, khususnya terkait deteksi dini dan penanganan profesional. Implikasinya, kerja sama antara orang tua, tenaga kesehatan, dan lembaga pendidikan diperlukan untuk mendukung perkembangan berbicara anak secara optimal.
Copyrights © 2026