Kampung kota merupakan bentuk permukiman yang mempertahankan karakteristik tradisional di tengah tekanan modernisasi perkotaan, namun sering kali mengalami penurunan kualitas lingkungan fisik. Penelitian ini mengambil studi kasus di Kampung RW 06 Kelurahan Maccini Sombala, Kota Makassar, yang teridentifikasi sebagai kawasan kumuh dengan kepadatan tinggi, minim infrastruktur, dan kurangnya ruang interaksi sosial. Permasalahan utama kawasan ini adalah konfigurasi ruang yang tidak terencana sehingga menyebabkan rendahnya konektivitas antar lorong dan minimnya visibilitas ruang publik. Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan rekomendasi penataan kawasan yang responsif terhadap kebutuhan komunitas menggunakan pendekatan Arsitektur Berbasis Komunitas dan diuji dengan metode Space Syntax. Metode penelitian menggabungkan observasi kualitatif kebutuhan warga serta analisis kuantitatif simulasi spasial meliputi Connectivity, Integrity, dan Visibility Graph Analysis. Hasil analisis kondisi eksisting menunjukkan banyak area terisolasi dengan tingkat integrasi yang rendah. Melalui usulan desain dengan pola sirkulasi memusat dan sistem jejaring, hasil simulasi ulang menunjukkan peningkatan signifikan pada nilai konektivitas dan visibilitas. Penataan ini terbukti menciptakan lingkungan yang lebih permeabel, meningkatkan pengawasan alami, serta memfasilitasi interaksi sosial yang lebih baik bagi penghuni.
Copyrights © 2026