Kawasan The Learning Farm berkembang sebagai ruang integratif antara fungsi produksi pertanian, edukasi, dan pengelolaan lingkungan. Perkembangan kawasan yang berlangsung secara organik menyebabkan sistem air, drainase, dan sirkulasi perlu dikaji secara spasial agar keterkaitan antara infrastruktur, topografi, dan aktivitas dapat dipahami secara lebih terstruktur. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kondisi spasial sistem air, drainase, dan sirkulasi eksisting sebagai dasar penyusunan penataan ekologis kawasan The Learning Farm, Kabupaten Cianjur. Metode yang digunakan adalah deskriptif-kualitatif melalui observasi lapangan, dokumentasi visual, wawancara partisipatif, serta interpretasi peta topografi, peta air bersih dan drainase, dan peta jalur sirkulasi. Hasil kajian menunjukkan bahwa pola sistem air dan drainase mengikuti karakter kontur lahan dan berhubungan langsung dengan area budidaya serta jalur pergerakan. Sistem sirkulasi eksisting telah menunjukkan pembagian dasar antara jalur kendaraan dan jalur pejalan kaki, namun belum sepenuhnya menggambarkan hierarki fungsi operasional, edukasi, dan kunjungan. Temuan ini menunjukkan bahwa penataan ekologis kawasan perlu didasarkan pada keterpaduan antara arah aliran, jaringan drainase, aksesibilitas, ruang budidaya, dan ruang terbuka. Kontribusi artikel ini terletak pada analisis spasial kondisi eksisting sebagai dasar penyusunan arahan ekologis yang lebih realistis dan kontekstual.
Copyrights © 2026