Penelitian ini mengkaji iltifāt berbasis pronomina dalam Surah Āli ʿImrān dan Surah al-Nisāʾ sebagai strategi retoris kontekstual dalam wacana Al-Qur’an. Penelitian bertujuan mengidentifikasi ayat-ayat yang mengalami peralihan persona gramatikal, mengklasifikasikan arah peralihannya, dan menjelaskan fungsi retoris yang dihasilkan dalam konteks masing-masing ayat. Penelitian menggunakan desain deskriptif kualitatif melalui studi kepustakaan, analisis dokumen, pembacaan dekat, dan perbandingan antara bentuk aktual dengan konstruksi hipotetis tanpa iltifāt. Unit analisis ditetapkan sebagai kasus transisi retoris, bukan semata-mata nomor ayat. Hasil penelitian menemukan 19 kasus iltifāt pada 18 ayat unik. Peralihan persona pertama ke persona ketiga mendominasi dengan 9 kasus (47,4%), diikuti persona ketiga ke persona kedua sebanyak 4 kasus (21,1%), persona kedua ke persona ketiga sebanyak 3 kasus (15,8%), dan persona ketiga ke persona pertama sebanyak 3 kasus (15,8%). Fungsi yang paling menonjol adalah pengagungan teologis, penghormatan, pemuliaan, dan peneguhan; fungsi berikutnya berupa teguran, peringatan, dan ancaman. Temuan menunjukkan bahwa arah peralihan tidak memiliki fungsi tunggal yang otomatis. Makna retoris ditentukan oleh maqām, hubungan penutur-penerima, tujuan ujaran, dan pilihan leksikal yang menggantikan pronomina. Iltifāt pronominal dengan demikian berperan mengatur jarak wacana, menegaskan otoritas ilahi, mengubah deskripsi menjadi konfrontasi, serta memperkuat koherensi dan daya komunikatif ayat.
Copyrights © 2025