Tuberkulosis (TBC) masih menjadi salah satu masalah kesehatan masyarakat di Indonesia, terutama pada wilayah pedesaan dengan keterbatasan akses informasi kesehatan. Rendahnya pemahaman masyarakat mengenai gejala, penularan, dan pencegahan TBC di Desa Berare menjadi dasar pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat ini. Kegiatan bertujuan meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat terkait deteksi dini serta penerapan perilaku hidup bersih dan sehat sebagai upaya pencegahan TBC. Sasaran kegiatan sebanyak 45 masyarakat usia 20–60 tahun yang dipilih berdasarkan hasil observasi awal terhadap kebutuhan edukasi kesehatan masyarakat. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif melalui ceramah interaktif, diskusi kelompok, dan pembagian leaflet edukatif. Evaluasi dilakukan menggunakan instrumen kuesioner pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pengetahuan peserta serta observasi partisipasi selama kegiatan berlangsung. Hasil menunjukkan rata-rata skor pengetahuan peserta meningkat dari 52,4 pada pre-test menjadi 82,6 pada post-test atau meningkat sebesar 57,6%. Selain itu, 90% peserta menunjukkan komitmen menjaga ventilasi rumah, 85% menerapkan etika batuk, dan 70% bersedia memanfaatkan layanan kesehatan apabila mengalami gejala TBC. Pendekatan partisipatif berbasis diskusi kelompok menjadi nilai tambah kegiatan karena mampu meningkatkan keterlibatan aktif masyarakat dan menyesuaikan materi edukasi dengan kondisi lokal. Kegiatan ini menunjukkan bahwa promosi kesehatan berbasis komunitas efektif mendukung upaya pencegahan TBC dan dapat menjadi model edukasi kesehatan masyarakat di wilayah pedesaan.
Copyrights © 2026