Pengelolaan sampah berbasis ekonomi sirkular semakin penting dalam mendukung pembangunan berkelanjutan, salah satunya melalui bank sampah berbasis komunitas. Perempuan sering menjadi aktor utama dalam pengelolaan bank sampah, namun tingginya partisipasi belum tentu mencerminkan pemberdayaan yang substantif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi gender mainstreaming dalam pengelolaan Bank Sampah Emak.id di Provinsi Lampung. Analisis dilakukan menggunakan kerangka pemberdayaan yang mencakup dimensi akses, agensi, dan capaian. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perempuan memiliki partisipasi tinggi pada level operasional, namun akses terhadap sumber daya strategis dan jaringan pasar masih terbatas. Selain itu, agensi perempuan dalam pengambilan keputusan organisasi belum optimal. Kondisi tersebut berdampak pada capaian ekonomi sirkular yang belum menghasilkan nilai tambah yang signifikan dan berkelanjutan. Penelitian ini menegaskan bahwa partisipasi numerik tidak otomatis berarti pemberdayaan.
Copyrights © 2026