Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Sejarah Bendungan Karangdoro di Kabupaten Banyuwangi, dampaknya terhadap kehidupan masyarakat, serta potensinya sebagai sumber belajar Sejarah di SMA. Penelitian ini dilakukan di Desa Karangdoro menggunakan metode penelitian historis melalui pendekatan heuristik meliputi observasi, penelusuran sumber tertulis, dokumentasi, wawancara langsung dengan pemerintah desa, tokoh masyarakat, pengelola bendungan dan warga sekitar. Hasil penelitian pada bidang ekonomi menunjukkan bahwa Bendungan Karangdoro berkontribusi terhadap peningkatan produktivitas pertanian. Pada tahun 1934 luas lahan irigasi meningkat dari 60.000 hektar menjadi 100.000 hektar dengan hasil panen mencapai 80–90 kuintal per hektar. Dalam lima tahun terakhir (2020–2025), produksi pertanian kembali meningkat pasca pandemi Covid-19 dan relatif stabil pada angka sekitar 2.800 ton. Dalam aspek sosial budaya, sejak tahun 1963 berkembang tradisi Bubak Bumi sebagai ungkapan syukur masyarakat atas melimpahnya sumber air dan hasil pertanian. Bendungan juga berfungsi sebagai ruang sosial dan simbol sejarah lokal. Kesimpulannya, bendungan Karangdoro memiliki nilai historis, sosial, dan budaya yang kuat sehingga sangat berpotensial dijadikan sebagai sumber belajar Sejarah di SMA. Keberadaan bendungan ini dapat membantu peserta didik memahami Sejarah lokal secara kontekstual, menumbuhkan kesadaran akan pentingnya pelestarian lingkungan, serta memperkuat identitas budaya terhadap daerahnya sendiri.
Copyrights © 2026