Penelitian ini menelaah kawasan Soekarno Heritage yang menjadi titik awal jejak kehidupan keluarga Soekarno di Kabupaten Buleleng dengan fokus latar belakang berdirinya kawasan tersebut, bangunan yang mendukung kawasan tersebut sebagai cagar budaya dan potensi kawasan tersebut menjadi sumber belajar sejarah. Menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus yang melibatkan observasi langsung ke tiga lokasi utama (situs cagar budaya rumah asal Nyoman Rai Srimben, SD Negeri 1 Paket Agung, dan Ruang Terbuka Hijau Taman Bung Karno), wawancara mendalam juga dilakukan dengan informan kunci (kerabat keluarga, kepala bidang sejarah dan cagar budaya buleleng, sejarawan, kepala sekolah, dan koordinator pengelolah RTH), disertai studi dokumentasi berupa arsip. Analisis data dilakukan dengan cara pengumpulan data, kondensasi data, penyajian serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian memaparkan bahwa kawasan Soekarno heritage didirikan dari usulan Bupati Buleleng untuk melestarikan jejak sejarah keluarga Soekarno, khususnya Ibunda Nyoman Rai Srimben dan Raden Soekemi Sosrodiharjo yang saat itu ditugaskan menjadi guru di Buleleng. Dasar-dasar pendukung kawasan ini sebagai cagar budaya meliputi dasar historis, dasar hukum, dasar sosiokultural, dasar pendidikan dan dasar pelestarian. Dengan demikian, kawasan Soekarno heritage berperan dalam mendukung pembelajaran sejarah lokal juga identitas budaya Bali.
Copyrights © 2026