Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil
Vol. 1 No. 3 (2026): Student Journal

Pengaruh Penggunaan Metakaolin sebagai Pengganti Semen terhadap Permeabilitas Beton Norma

Hutauruk, Alexander (Unknown)
Waluyohadi, Indra (Unknown)
Nurlina, Siti (Unknown)



Article Info

Publish Date
24 Jul 2026

Abstract

Alexander Dionisius Hutauruk, Departemen Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya, Juli 2026, Pengaruh Penggunaan Metakaolin sebagai Pengganti Semen terhadap Permeabilitas Beton Normal, Dosen Pembimbing: Indra Waluyohadi dan Siti Nurlina. Beton merupakan material yang paling sering digunakan karena memiliki kuat tekan yang tinggi, fleksibel dan relatif ekonomis dibanding material lainnya. Meningkatnya kebutuhan infrastruktur menyebabkan penggunaan beton juga semakin meningkat. Penggunaan semen berkontribusi dalam emisi gas karbon dioksida (CO2). Permasalahan lainnya adalah penetrasi air dan serangan sulfat yang sangat sering ditemukan dalam infrastruktur beton. Salah satu solusi dari permasalahan tersebut adalah penggunaan supplementary cementitious material (SCM) dengan contoh zat metakaolin. Metakaolin adalah pozzolan dari proses kalsinansi mineral kaolin pada temperatur 650-800°C. Metakaolin mengandung lebih dari 90% silika dan alumina hingga dapat membentuk senyawa kalsium silikat hidrat (C-S-H) tambahan. Selain itu, partikelnya yang sangat halus dapat memperbaiki ITZ beton sehingga strukur lebih padat dan mengurangi permeabilitas beton.  Pada penelitian ini digunakan benda uji kubus dengan sisi 15 cm. Digunakan metakaolin sebagai pengganti semen dengan variasi kadar 0%, 5%, 10%, 15%, dan 20% dari berat semen dan diberi superplasticizer 0,5% dari berat semen. Benda uji dicuring selama 7 hari dan setelah itu diuji pada umur 28 hari. Pengujian dilakukan dengan water permeability apparatus selama 72 jam dan dibelah setelah 10 menit pengeringan. Data tersebut kemudian dianalisa menggunakan turunan rumus Darcy untuk menentukan koefisien permeabilitas beton tiap kadar penggunaan metakaolin. Hasil penelitian menunjukkan substitusi metakaolin 10% menurunkan kedalaman penetrasi dan koefisien permeabilitas paling drastis (43% untuk kedalaman penetrasi dan 96% untuk koefisien permeabilitas). Pada kadar 15% kedalaman penetrasi dan koefisien permeabilitas kembali meningkat dibanding dengan kadar 10%. Hal ini menunjukkan kandungan pozzolan reaktif pada semen tidak cukup mengikat seluruh metakaolin untuk membentuk ikatan C-S-H tambahan.  Kata Kunci: metakaolin, pozzolan, permeabilitas beton, water permeability apparatus, supplementary cementitious material

Copyrights © 2026