Modular construction berkembang sebagai pendekatan konstruksi berkelanjutan, namun evaluasi terukur terhadap jejak karbon materialnya belum banyak diintegrasikan dengan model digital bangunan. Penelitian ini menganalisis nilai embodied carbon fase produksi (cradle-to-gate) modul Flat Pack produksi PT X pada proyek Y di Ibu Kota Nusantara (IKN), melalui integrasi model Building Information Modelling (BIM) dengan perangkat lunak Life Cycle Assessment (LCA). Komponen dimodelkan tiga dimensi pada Autodesk Revit 2025, data kuantitas material diekstraksi memakai fitur Material Takeoff (MTO) dan divalidasi terhadap spesifikasi berat modul aktual, kemudian dipetakan ke basis data Environmental Product Declaration (EPD) untuk menghitung Global Warming Potential (GWP). Validasi menunjukkan model BIM merepresentasikan massa aktual modul dengan deviasi 2,4%. Analisis embodied carbon menghasilkan total GWP 9.070 kgCO₂e per ruangan (dua modul, 27,44 m²) yang setara dengan 330,5 kgCO₂e/m². Baja struktural SS400 menjadi kontributor emisi terbesar (42,1%), diikuti Aluminium Composite Panel/ACP pada dinding (34,3%) walaupun hanya menyumbang 14,3% massa modul. Integrasi BIM dan LCA terbukti mampu menyediakan data kuantitas material yang akurat dan tertelusur untuk analisis embodied carbon komponen modular dan dapat direplikasi ke komponen lain. Kata Kunci: Building Information Modelling (BIM), Embodied Carbon, Life Cycle Assessment (LCA), Modular Construction, Cradle-to-Gate
Copyrights © 2026