Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Biaya Operasional terhadap Pendapatan Operasional (BOPO), Kredit Bermasalah (NPL/NPF), Kebijakan Dividen yang diproksikan dengan Dividend Payout Ratio (DPR), dan Dummy Dividen terhadap nilai perusahaan pada bank konvensional dan bank syariah periode 2018–2024. Selain itu, penelitian ini juga bertujuan untuk menganalisis perbedaan pengaruh BOPO, NPL/NPF, dan DPR terhadap nilai perusahaan antara bank konvensional dan bank syariah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian eksplanatori komparatif. Data yang digunakan merupakan data sekunder dengan teknik purposive sampling sehingga diperoleh 40 bank dan 280 observasi selama periode penelitian. Analisis data dilakukan menggunakan regresi data panel dengan bantuan EViews. Perbedaan pengaruh antara bank konvensional dan bank syariah diuji menggunakan variabel dummy bank dan variabel interaksi. Hasil penelitian mengindikasikan bahwa BOPO berpengaruh positif dan signifikan terhadap nilai perusahaan dengan koefisien sebesar 0,014089 dan probabilitas 0,0000. Kredit Bermasalah (NPL/NPF) berpengaruh negatif dan signifikan terhadap nilai perusahaan dengan koefisien sebesar -0,262529 dan probabilitas 0,0018. Sementara itu, DPR dan Dummy Dividen tidak berpengaruh terhadap nilai perusahaan dengan nilai probabilitas masing-masing sebesar 0,5055 dan 0,3372. Secara simultan, seluruh variabel dalam model berpengaruh signifikan terhadap nilai perusahaan dengan probabilitas F-statistic sebesar 0,000128. Hasil analisis tambahan mengindikasikan bahwa tidak terdapat perbedaan pengaruh BOPO, NPL/NPF, dan DPR terhadap nilai perusahaan antara bank konvensional dan bank syariah pada tingkat signifikansi 5%. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kualitas kredit merupakan faktor yang paling konsisten memengaruhi nilai perusahaan perbankan, sedangkan kebijakan dividen belum menjadi pertimbangan utama investor dalam menilai perusahaan.
Copyrights © 2026