Identitas visual merupakan instrumen strategis yang berperan penting dalam memperkuat brand awareness dan membangun hubungan dengan konsumen. UD Tunas Perdana, sebagai perusahaan manufaktur yang memproduksi material biji plastik berkualitas tinggi dari hasil daur ulang limbah plastik, menghadapi kendala pemasaran karena produk yang dihasilkan belum memiliki identitas visual yang terstandarisasi sehingga sulit dibedakan dari produk sejenis di pasaran. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, dilakukan perancangan identitas visual berupa logo untuk merek dagang Tobas dengan tujuan meningkatkan brand awareness serta menciptakan standar penggunaan identitas visual melalui Graphic Standard Manual (GSM). Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan design thinking yang meliputi tahapan empathize, define, ideate, prototype, dan test, serta didukung oleh observasi, wawancara mendalam, pembuatan moodboard, dan studi literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode design thinking efektif dalam menerjemahkan kebutuhan pemilik usaha ke dalam konsep visual yang tepat. Logo Tobas yang dihasilkan menggabungkan siluet Rumah Bolon sebagai simbol kebanggaan lokal Sumatera Utara dengan bentuk atap yang membentuk dua huruf “T” simetris sebagai representasi dari kata “Tunas” dan “Toba”. Penggunaan warna ungu dan hitam dipilih untuk menciptakan kesan modern dan inovatif, serta dipadukan dengan typeface Farro yang kuat dan sederhana. Identitas visual tersebut kemudian diaplikasikan dalam GSM dan berbagai media promosi, seperti banner, sticker label jenis plastik, sosial media, kartu nama, invoice, amplop, truk kontainer dan kemasan goni biji plastik. Secara keseluruhan, perancangan identitas visual Tobas berhasil menciptakan karakter merek yang kuat dan siap mendukung peningkatan brand awareness di pasar industri plastik.
Copyrights © 2026