Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara mendalam strategi pengembangan manajemen Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dalam rangka implementasi kebijakan Merdeka Belajar, dengan fokus spesifik pada aspek perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi program di TKIT Darussakinah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus tunggal, didukung oleh metode studi literatur dan analisis kebijakan. Pengumpulan data dilakukan melalui triangulasi sumber, meliputi analisis dokumen (kurikulum, Rencana Kerja Tahunan, dan regulasi pemerintah), observasi partisipatif, serta wawancara mendalam dengan kepala sekolah, guru, dan perwakilan orang tua. Hasil penelitian mengungkap bahwa manajemen PAUD yang efektif memerlukan penguatan holistik pada empat pilar utama: kepemimpinan transformasional institusi, pengembangan kapasitas guru yang berkelanjutan, partisipasi aktif orang tua, dan pemanfaatan teknologi pendidikan. Tantangan struktural yang diidentifikasi meliputi disparitas kualitas antarwilayah, keterbatasan anggaran operasional, beban administrasi yang mereduksi fokus pedagogis, serta rendahnya pemahaman masyarakat tentang urgensi pendidikan usia dini. Implementasi kebijakan Merdeka Belajar di tingkat satuan pendidikan masih menghadapi dilema regulasi dan kesenjangan kapasitas. Oleh karena itu, rekomendasi kebijakan yang diajukan mencakup penyederhanaan instrumen akreditasi, penguatan program coaching guru secara berjenjang, pendanaan yang berkelanjutan, serta penguatan ekosistem pendidikan melalui kemitraan strategis berbasis komunitas.
Copyrights © 2026