Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kemampuan berpikir kritis siswa antara pembelajaran Discovery Learning berbantuan Think–Pair–Share dan pembelajaran Discovery Learning dengan ceramah variatif pada materi tumbuh kembang makhluk hidup kelas XI SMA. Penelitian ini merupakan penelitian kuasi eksperimen dengan desain pretest–posttest non-equivalent control group design. Sampel penelitian terdiri atas dua kelas XI IPA SMA Islam 1 Surakarta yang dipilih menggunakan teknik cluster random sampling. Instrumen penelitian berupa tes uraian kemampuan berpikir kritis berdasarkan indikator Ennis. Data dianalisis menggunakan uji Analysis of Covariance (ANCOVA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan berpikir kritis siswa pada kedua kelompok mengalami peningkatan setelah pembelajaran. Namun, hasil uji statistik menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan kemampuan berpikir kritis yang signifikan antara kelas eksperimen dan kelas kontrol. Meskipun demikian, kelas yang menerapkan Discovery Learning berbantuan Think–Pair–Share menunjukkan peningkatan kemampuan berpikir kritis yang signifikan antara sebelum dan sesudah perlakuan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa integrasi strategi Think–Pair–Share dalam Discovery Learning dapat digunakan sebagai alternatif pembelajaran biologi untuk memfasilitasi pengembangan kemampuan berpikir kritis siswa.
Copyrights © 2025