Indonesia dikenal memiliki potensi sumber daya tambang yang besar, namun teknik pertambangan tradisional sering menimbulkan limbah logam berat yang mencemari lingkungan. Permasalah tersebut dapat diatasi dengan menggunakan teknik bioleaching dan biomining sebagai alternatif metode yang ramah lingkungan dan berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk menyusun dan mengevaluasi informasi ilmiah mengenai efisiensi ekstraksi serta keberlanjutan metode bioleaching dan biomining dalam konteks bioremediasi limbah logam berat. Metode penelitian yang digunakan adalah kajian pustaka dengan menganalisis 10 jurnal relevan dari database Publish or Perish, Google Scholar, Scopus, dan ScienceDirect, yang diterbitkan pada tahun 2016 sampai 2026. Teknik bioleaching dan biomining efektif untuk bioremediasi limbah pertambangan dan pemulihan logam, dengan efisiensi tinggi (Cd 92,76%, Cu 94%, Zn 100%, Ni 83,65%, Co 86,93%) pada matriks beragam seperti tanah sawah, sedimen pelabuhan, bijih laterit, tailing, dan limbah batubara. Mikroorganisme seperti Acidithiobacillus ferrooxidans, Leptospirillum ferriphilum, Delftia acidovorans, Mucor hiemalis, dan mikroalga mengoksidasi sulfur/besi untuk melarutkan logam, mengurangi ketergantungan kimia sintetis dan suhu tinggi pirometalurgi. Proses ini memberikan nilai tambah ekonomi melalui nanopartikel besi dari tailing batubara dan ekstraksi emas setara sianida.
Copyrights © 2026