Penelitian ini bertujuan menguji pengaruh asesmen diagnostik terhadap literasi sains siswa di Madrasah Aliyah Swasta Waingapu, yang berada pada level rendah. Penelitian ini menggunakan metode penelitian eksperiment dengan kombinasi penelitian eksperimen yaitu desain quasi-experiment, dengan tipe non-equivalent control group. Tipe ini menggunakan dua kelas yaitu kelas eksperimen dan kelas kontrol yang terdiri dari beberapa tahapan: identifikasi masalah, perumusan tujuan dan hipotesis, penentuan desain penelitian dan subjek, dan implementasi. Sampel dalam penelitian ini siswa kelas XI yang berjumlah 44 orang yang terdiri dari 2 kelas. Teknik dan instrumen pengambilan data dalam penelitian ini adalah tes, wawancara dan observasi kelas. Teknik analisis data dalam penelitian ini adalah uji validitas, uji reliabilitas, uji normalitas, uji homogenitas dan uji hipotesis ANOVA. Pengukuran difokuskan pada tes literasi sains (pilihan ganda & uraian) yang mencakup sepuluh indikator, yaitu: kemampuan menjelaskan konsep ilmiah, menggunakan model/diagram, menyusun langkah percobaan, menilai fenomena secara ilmiah, menetapkan prosedur valid, menyusun hipotesis, menginterpretasi data, mengaitkan data dengan konsep ilmiah, serta membedakan opini dan bukti ilmiah. Hasil penelitian menunjukan adanya pengaruh asesmen diagnostik terhadap literasi sains siswa. Pengaruh tersebut dapat dilihat pada hasil uji hipotesis ANOVA yang memiliki nilai Sig=0.000 jauh lebih kecil dari tingkat signifikansi yang ditetapkan (alpha=0.05), maka hipotesis nol (H0) ditolak. Kesimpulan dari uji statistik menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan secara statistik pada rata-rata hasil belajar literasi sains antara kelas eksperimen dan kelas kontrol
Copyrights © 2026