Anak Buah Kapal (ABK) kargo internasional merupakan kelompok pekerja dengan mobilitas tinggi yang rentan terhadap perilaku berisiko HIV. Penelitian mengenai determinan perilaku berisiko HIV pada ABK masih terbatas dan umumnya hanya menilai faktor perilaku secara parsial. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan faktor individu, lingkungan, dan pelayanan kesehatan dengan perilaku berisiko HIV pada ABK kargo internasional di Muara Mahakam serta mengidentifikasi faktor yang paling dominan. Penelitian kuantitatif analitik dengan desain cross-sectional ini dilakukan pada 193 ABK kargo internasional di wilayah kerja Balai Kekarantinaan Kesehatan Kelas I Samarinda tahun 2025. Sampel diperoleh menggunakan teknik teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner terstruktur berbasis Health Belief Model (HBM) yang telah diuji validitas dan reliabilitas. Analisis data meliputi analisis univariat, uji Chi-square, dan regresi logistik berganda dengan metode Backward Likelihood Ratio pada tingkat signifikansi 5%. Analisis bivariat menunjukkan bahwa lama bekerja, lama berlayar, hubungan seksual dengan pasangan tidak tetap, jumlah pasangan seksual, riwayat pemeriksaan HIV, pengetahuan, persepsi hambatan, dan akses pelayanan kesehatan berhubungan dengan perilaku berisiko HIV (p<0,05). Analisis multivariat menunjukkan bahwa lama bekerja (Exp(B)=0,014; p=0,003), hubungan seksual dengan pasangan tidak tetap (Exp(B)=0,003; p<0,001), jumlah pasangan seksual (Exp(B)=0,032; p=0,005), dan persepsi hambatan (Exp(B)=9,004; p=0,004) berasosiasi secara independen dengan perilaku berisiko HIV. Model regresi memiliki kesesuaian yang baik berdasarkan uji Hosmer–Lemeshow (p=0,479) dengan nilai Nagelkerke R Square sebesar 0,888. Perilaku berisiko HIV pada ABK kargo internasional di Muara Mahakam berasosiasi dengan lama bekerja, hubungan seksual dengan pasangan tidak tetap, jumlah pasangan seksual, dan persepsi hambatan. Program pencegahan HIV perlu difokuskan pada pengurangan hambatan akses layanan kesehatan, penguatan edukasi berbasis Health Belief Model, serta penyediaan layanan konseling, tes HIV sukarela, dan kondom di lingkungan pelabuhan.
Copyrights © 2026