Healthcare-Associated Infections (HAIs) merupakan masalah penting yang memengaruhi mutu pelayanan dan keselamatan pasien di rumah sakit. Kepatuhan perawat terhadap standar Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI) menjadi faktor utama dalam menurunkan kejadian HAIs. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh implementasi model supervisi kolaboratif antara manajer keperawatan dan Infection Prevention and Control Nurse (IPCN) terhadap kepatuhan perawat di RSUD Sejiran Setason Kabupaten Bangka Barat. Penelitian menggunakan desain pra-eksperimental dengan pendekatan one group pretest-posttest pada 76 perawat yang dipilih menggunakan total sampling. Data dianalisis menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test. Sebelum intervensi, 53,9% perawat berada pada kategori tidak patuh, sedangkan setelah implementasi model supervisi kolaboratif, 96,1% perawat menjadi patuh. Hasil uji menunjukkan nilai Z = -6,164 dengan p-value = 0,000 (p<0,05). Disimpulkan bahwa model supervisi kolaboratif manajer keperawatan dan IPCN efektif meningkatkan kepatuhan perawat terhadap standar PPI sehingga dapat mendukung peningkatan mutu pelayanan dan pencegahan HAIs di rumah sakit. Kata Kunci: HAIs, kepatuhan perawat, model supervisi kolaboratif, manajer keperawatan, IPCN, PPI.
Copyrights © 2026