Wanita pekerja seks (WPS) dan pelaut merupakan populasi kunci dan populasi jembatan dalam penularan infeksi menular seksual (IMS) dan HIV/AIDS, antara lain karena mobilitas tinggi dan keterlibatan dalam hubungan seksual transaksional. Health Belief Model (HBM) banyak digunakan untuk menjelaskan perilaku pencegahan seperti penggunaan kondom pada kedua populasi ini, namun bukti yang ada masih tersebar di berbagai konteks. Penelitian ini bertujuan mensintesis bukti mengenai hubungan konstruk HBM dengan perilaku pencegahan IMS/HIV pada WPS dan pelaut melalui metode narrative review. Sebanyak 32 artikel diidentifikasi, disaring berdasarkan relevansi populasi, lalu dinilai kelayakannya berdasarkan penggunaan kerangka HBM, menghasilkan enam studi untuk disintesis. Hasil menunjukkan persepsi manfaat dan efikasi diri sebagai prediktor paling konsisten terhadap penggunaan kondom, sementara persepsi hambatan --- tekanan ekonomi, respon klien, dan rasa malu memperoleh kondom --- paling sering menjadi kendala. Persepsi kerentanan dan keparahan sering rendah akibat miskonsepsi risiko, sementara paparan terhadap ODHA menjadi isyarat bertindak yang efektif. Kesimpulannya, konstruk HBM memprediksi perilaku pencegahan secara berbeda pada WPS dan pelaut, dan hambatan struktural-ekonomi perlu diatasi bersamaan dengan faktor persepsi individu.
Copyrights © 2026