Salah satu permasalahan yang dihadapi petani padi adalah serangan hama tikus, yang harus segera ditangani karena merugikan petani dan menyebabkan penurunan hasil produksi. Namun, masih banyak petani yang belum memiliki pengetahuan dan keterampilan yang memadai dalam pengendalian hama tikus. Oleh karena itu, diperlukan metode penyuluhan yang tepat untuk memberikan pembelajaran kepada petani, salah satunya melalui metode demonstrasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur tingkat efektivitas serta faktor-faktor yang memengaruhi penggunaan metode penyuluhan demonstrasi dalam pengendalian hama tikus pada tanaman padi di Kecamatan Air Putih, Kabupaten Batu Bara. Penelitian dilaksanakan pada bulan Maret hingga Mei 2023 dengan menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, kuesioner, dan wawancara. Instrumen penelitian telah melalui uji validitas dan reliabilitas, sedangkan analisis data menggunakan regresi linier berganda. Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 82 orang petani yang berasal dari tiga desa, yaitu Desa Aras, Desa Sukaraja, dan Desa Tanah Tinggi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa efektivitas metode penyuluhan demonstrasi dalam pengendalian hama tikus pada tanaman padi tergolong tinggi, yaitu sebesar 61,46%. Secara simultan, variabel karakteristik petani, penguasaan materi oleh penyuluh pertanian, ketersediaan sumber informasi, sarana dan prasarana, serta biaya berpengaruh terhadap efektivitas metode penyuluhan dengan nilai R² sebesar 0,436. Secara parsial, karakteristik petani, penguasaan materi oleh penyuluh, dan biaya berpengaruh signifikan, sedangkan ketersediaan sumber informasi serta sarana dan prasarana tidak berpengaruh signifikan. Penelitian ini menunjukkan bahwa metode demonstrasi efektif dalam pengendalian hama tikus sawah dan perlu didukung dengan peningkatan penguasaan materi penyuluhan serta penyesuaian metode dengan karakteristik petani dan kemampuan biaya.
Copyrights © 2025