Abstrak Rendahnya kemampuan pemecahan masalah matematis dan self efficacy siswa menunjukkan perlunya pengembangan bahan ajar yang mampu mendorong keterlibatan aktif siswa dalam menyelesaikan permasalahan kontekstual. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui validitas, kepraktisan, dan efektivitas modul pembelajaran matematika berbasis Problem Based Learning (PBL) pada materi peluang dalam meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematis dan self-efficacy siswa. Penelitian ini menggunakan metode Research and Development dengan model ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, dan Evaluation). Subjek penelitian adalah siswa kelas IX-A UPT SMP Negeri 37 Medan. Data dikumpulkan melalui lembar validasi ahli, angket kepraktisan, angket respon siswa, angket self efficacy, dan tes kemampuan pemecahan masalah matematis, kemudian dianalisis menggunakan statistik deskriptif, analisis persentase, dan uji Normalized Gain (N-Gain). Hasil penelitian menunjukkan bahwa modul yang dikembangkan tergolong sangat valid dengan skor rata-rata 4,30 dari ahli materi dan 4,46 dari ahli media, sangat praktis berdasarkan respon guru sebesar 83,75% dan respon siswa sebesar 87,54%, serta efektif ditunjukkan oleh ketuntasan belajar klasikal sebesar 93,75%, respon positif siswa sebesar 91,56%, peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematis dengan nilai N-Gain 0,86 (kategori tinggi), dan peningkatan self-efficacy dengan nilai N-Gain 0,74 (kategori tinggi). Hasil penelitian ini memberikan kontribusi berupa alternatif bahan ajar yang efektif untuk mendukung pembelajaran matematika yang berpusat pada siswa serta meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematis dan self efficacy siswa.
Copyrights © 2026