Perubahan ruang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari perkembangan arsitektur, namun implikasinya terhadap identitas arsitektur masih jarang dibahas secara filosofis. Artikel ini bertujuan menganalisis hubungan antara perubahan ruang dan identitas arsitektur melalui perspektif filsafat arsitektur. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi literatur dan analisis konseptual terhadap karya-karya mengenai filsafat identitas, filsafat arsitektur, fenomenologi ruang, serta arsitektur tradisional Melayu. Analisis dilakukan melalui identifikasi konsep, analisis komparatif, dan sintesis konseptual untuk menjelaskan hubungan antara organisasi ruang, pengalaman berhuni, makna budaya, dan identitas arsitektur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ruang merupakan atribut fundamental identitas arsitektur karena organisasi spasial membentuk pengalaman berhuni yang menghasilkan makna budaya. Oleh karena itu, perubahan ruang tidak secara otomatis mengubah identitas arsitektur, tetapi berpotensi mentransformasikannya ketika perubahan organisasi ruang mengubah pengalaman berhuni dan makna budaya yang menopang identitas tersebut. Rumah Melayu digunakan sebagai refleksi konseptual untuk menunjukkan bahwa keberlanjutan identitas tidak hanya ditentukan oleh bertahannya bentuk fisik, tetapi juga oleh keberlanjutan hubungan spasial yang membentuk pengalaman berhuni. Artikel ini menawarkan perspektif konseptual yang menempatkan organisasi ruang sebagai penghubung antara dimensi fisik dan sosial-budaya dalam memahami transformasi identitas arsitektur.
Copyrights © 2026