Peralihan menuju metode transaksi nontunai yang efisien dan instan di kalangan masyarakat Indonesia dipicu secara signifikan oleh penetrasi dompet digital seperti DANA, GoPay, dan OVO. Kendati menawarkan efektivitas, simplisitas teknologi ini justru rentan memicu tindakan belanja yang berlebihan, terutama bagi kelompok mahasiswa yang mendominasi aktivitas penggunaan platform tersebut. Studi ini dirancang untuk membedah dampak dari pemanfaatan instrumen pembayaran elektronik terhadap aksi konsumerisme para pemilik akun e-wallet. Melalui penerapan metodologi kuantitatif berjenis survei deskriptif, penjaringan data dilakukan lewat penyebaran angket daring berbasis skala Likert kepada 53 partisipan yang aktif bertransaksi digital. Data yang terkumpul selanjutnya diuji menggunakan instrumen validitas, reliabilitas, normalitas, serta formula regresi linier sederhana. Berdasarkan hasil olah data, terbukti bahwa mekanisme pembayaran digital memberikan stimulasi positif dan berdaya pengaruh kuat terhadap lonjakan perilaku konsumtif, sementara porsi selebihnya dipicu oleh variabel eksternal seperti regulasi diri serta tingkat pemahaman finansial. Kebaruan informasi ini memperkaya khazanah riset perilaku pasar dalam ranah bisnis dan manajemen melalui penegasan bahwa modernisasi sistem finansial menjadi salah satu pemicu utama konsumerisme, sekaligus dapat dimanfaatkan sebagai acuan edukasi keuangan yang adaptif terhadap era digitalisasi.
Copyrights © 2026