Penelitian ini dilatarbelakangi oleh terbatasnya pengetahuan anak migran Indonesia tentang sejarah Islam, khususnya shalawat Uhudiyah, meskipun aktif mengikuti kegiatan Al-Banjari. Penelitian bertujuan menjelaskan proses pendampingan pemahaman sejarah shalawat Uhudiyah melalui kegiatan Al-Banjari di PKBM PNF KBRI Kuala Lumpur. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan Service Learning. Subjek penelitian terdiri atas 16 anak migran (6 perempuan dan 10 laki-laki). Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, serta divalidasi dengan triangulasi sumber dan teknik. Analisis dilakukan secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode storytelling yang diintegrasikan dalam kegiatan Al-Banjari meningkatkan minat, keaktifan, dan pemahaman peserta didik terhadap sejarah, makna, dan nilai shalawat Uhudiyah. Peserta tidak hanya mampu melantunkan shalawat, tetapi juga memahami nilai perjuangan, keteladanan, persatuan, dan religiusitas yang dikandungnya. Pendampingan ini efektif memperkuat pemahaman sejarah Islam, karakter religius, serta kecintaan anak migran Indonesia terhadap tradisi Islam Nusantara.
Copyrights © 2026