Sektor informal, termasuk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), umumnya memiliki keterbatasan penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) karena minimnya pengetahuan pekerja mengenai bahaya di tempat kerja serta ketiadaan Alat Pelindung Diri (APD) yang memadai. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan kesadaran seorang pekerja pada bagian pengangkatan dan pemindahan karung kedelai di UMKM olahan kedelai “Soya” mengenai bahaya kerja dan teknik kerja aman. Metode yang digunakan meliputi observasi, wawancara, identifikasi bahaya dengan metode Hazard Identification and Risk Assessment (HIRA), serta edukasi tatap muka disertai demonstrasi teknik manual handling ergonomis. Hasil identifikasi bahaya menunjukkan bahwa aktivitas kerja didominasi oleh bahaya ergonomi (postur membungkuk saat mengangkat dan mencurahkan beban) dan bahaya fisik/mekanik (lantai licin, troli beroda kecil, dan tumpukan karung tidak stabil), dengan kategori risiko dominan Sedang. Setelah edukasi, pekerja menunjukkan pemahaman yang lebih baik mengenai bahaya kerja dan mampu mempraktikkan teknik mengangkat beban dengan menekuk lutut, meskipun penerapan konsisten masih memerlukan pembiasaan dan pendampingan lanjutan. Kegiatan ini juga mendorong pengenalan Alat Pelindung Diri (APD) dasar berupa sarung tangan grip, sepatu boots anti-slip, dan earplug. Kesimpulannya, edukasi K3 berbasis identifikasi bahaya secara langsung efektif meningkatkan kesadaran keselamatan kerja pada pekerja sektor informal, meskipun keberlanjutannya memerlukan dukungan pemilik usaha dalam penyediaan sarana keselamatan kerja.
Copyrights © 2026