Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Edukasi Keselamatan Terkait Peralatan dan Instalasi Listrik pada Ibu Rumah Tangga Desa Getassrabi Arina Nuraliza Romas; Charisha Mahda Kumala
Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/btjpm.v5i2.5763

Abstract

Listrik merupakan hal yang sangat dibutuhkan oleh manusia setiap waktu untuk menunjang aktivitas, selain memiliki manfaat, listrik juga memiliki bahaya. Beberapa ibu rumah tangga di lingkungan Desa Getassrabi pernah mengalami masalah dengan penggunaan listrik, seperti kesetrum, penggunaan alat listrik yang tidak aman, dan sebagainya. Salah satu ibu rumah tangga menyampaikan bahwa ketidaktahuan dan kurangnya informasi merupakan penyebab dari kesalahan dalam melakukan upaya pertolongan pertama terhadap korban yang tersetrum. Sehingga, perlu adanya edukasi berupa informasi  terkait dengan keselamatan penggunaan listrik agar masyarakat menjadi tahu serta bisa menerapkan keselamatan dalam menangani bahaya listrik di dalam rumah. Tujuan dari pengabdian ini adalah untuk memberikan edukasi terkait keselamatan peralatan dan instalasi listrik. Metode yang dilakukan yaitu dengan cara memberikan pemaparan berupa penjelasan presentasi dan diskusi berupa tanya jawab. Kegiatan edukasi diikuti oleh ibu rumah tangga di lingkungan Desa Getassrabi dengan rentang usia dari 18-65 tahun sejumlah 18 orang. Pengetahuan masyarakat tentang keselamatan listrik sudah cukup baik, akan tetapi sikap selamat dan hati-hati belum terbiasa dilakukan serta masyarakat belum tahu cara menyelamatkan korban yang tersetrum listrik. Dengan terlaksananya edukasi keselamatan listrik pada tanggal 13 Mei 2022 ini, diharapkan masyarakat mulai menyadari betapa pentingnya berhati-hati ketika melakukan aktivitas yang menggunakan listrik.Electricity is something humans need at all times to support activities; in addition to benefits, electricity also has dangers. Some housewives in Getassrabi Village have experienced problems with electricity use, such as electrocution, unsafe use of electrical appliances, etc. One housewife said that ignorance and lack of information were the causes of errors in carrying out first aid efforts for electrocuted victims. Thus, there is a need for education in the form of information related to the safety of electricity use so that people know and can apply safety in dealing with electrical hazards in the house. This service aims to provide education related to the safety of electrical equipment and installations. The method carried out is by providing a presentation in the form of an explanation, presentation, and discussion in the form of questions and answers. Housewives in Getassrabi Village attended the educational activity aged 18 to 65, totalling 18 people. Public knowledge about electrical safety is quite good. Still, safety and caution are not used to being carried out, and people do not know how to save electrocuted victims. With the implementation of electric safety education on May 13, 2022, it is hoped that people will begin to realize how important it is to be careful when carrying out electricity-related activities. 
Evaluasi Efektivitas Intervensi Sosialisasi Bahaya serta Penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) kepada Pekerja UMKM Logam di Mejobo, Kudus Charisha Mahda Kumala; Muhammad Navis Mirza; Novi Styaningsih; Siti Rohmatun Nafisah
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.1450

Abstract

Metal MSMEs (micro, small, and medium enterprises) play a significant role in the local economy, but often face unresolved occupational safety issues. This study aims to identify potential occupational risks and evaluate the effectiveness of interventions in the form of hazard socialization and distribution of PPE to metal MSMEs workers in Mejobo, Kudus. The methods used include HIRADC (Hazard Identification, Risk Assessment and Determining Control), interviews, direct observation, noise measurement with a sound level meter, and distribution of the Nordic Body Map questionnaire. The results showed that the noise exceeded the NAB (87.2 dBA), accompanied by high complaints of muscle pain in the back. Socialization and distribution of earplugs were considered effective in increasing worker awareness and comfort. This study emphasizes the importance of collaborative and sustainable K3 education.
Penerapan HIRADC dan Analisis FFA dalam Edukasi K3: Intervensi Bahaya Kebisingan dengan Penggunaan APD di UMKM Gula Merah Kajar, Kudus Charisha Mahda Kumala; Muhammad Navis Mirza; Effine Lourrinx; Arina Nuraliza Romas; Nabila Hikmatul Azka
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.1480

Abstract

Pekerja sektor informal seperti di UMKM Gula Merah Desa Kajar, Kudus, memiliki risiko tinggi terhadap paparan kebisingan dari mesin diesel yang digunakan dalam proses produksi. Paparan ini berpotensi menimbulkan gangguan pendengaran apabila melebihi Nilai Ambang Batas (NAB) yang ditetapkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan mengevaluasi risiko kebisingan serta menilai efektivitas intervensi edukasi penggunaan alat pelindung diri (APD) berupa earplug. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan pendekatan HIRADC (Hazard Identification, Risk Assessment, and Determining Control) dan Force Field Analysis (FFA). Pengukuran kebisingan dilakukan menggunakan Sound Level Meter, dan hasilnya dianalisis menggunakan perhitungan Leq. Hasil menunjukkan bahwa tingkat kebisingan di sekitar mesin mencapai 102,82 dB dan di area pekerja sebesar 90,56 dB, melebihi NAB sebesar 85 dB. Edukasi dilakukan melalui ceramah, demonstrasi penggunaan earplug, serta observasi perilaku pekerja. Evaluasi FFA menunjukkan bahwa intervensi edukatif lebih mudah diterapkan dan mendapat dukungan tinggi dibandingkan dengan kebijakan formal. Intervensi ini terbukti meningkatkan pemahaman dan kesadaran pekerja mengenai bahaya kebisingan dan pentingnya penggunaan APD. Temuan ini menegaskan bahwa pendekatan edukatif dan promotif dalam keselamatan dan kesehatan kerja (K3) efektif diterapkan di sektor informal, serta dapat menjadi strategi awal untuk membangun budaya kerja yang aman dan sehat di lingkungan UMKM.
Competency-Based Career Development Strategy in the Industrial Era 4.0 Suparjo Suparjo; Charisha Mahda Kumala; Yoga Adhi Dana
BUSMI : Journal of Business and Management Innovations Vol. 1 No. 3 (2025): BUSMI : Journal of Business and Management Innovations
Publisher : Asosiasi Riset Ekonomi dan Akuntansi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Over The purpose of this study was to determine the influence of technical competence, non-technical competence, training and development, and organizational policies on the career development of lecturers. The population that also served as a sample was 228 lecturers at the University of 17 August 1945 Semarang. SEM analysis tool. The results of the study showed that technical competence, non-technical competence, training and development, and organizational policies had a significant influence on the career development of lecturers. The results of the study of technical competence, non-technical competence, training and development, and organizational policies have a positive and significant effect on career development. The results of this statistical analysis offer an in-depth understanding of the complex dynamics underlying career development in the Industry 4.0 era, emphasizing the importance of a multidimensional approach that integrates competency development, appropriate training interventions, and supportive organizational policies in facilitating sustainable and adaptive careers amidst digital transformation.
Analisis Perbedaan Prioritas Bahaya antara UMKM Mebel dan UMKM Pengolahan Tahu di daerah XYZ: Penelitian Charisha Mahda Kumala; Novi Styaningsih; Hikmah Sekarningtyas; Rohmad Kafidzin
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 5 Nomor 1 (Juli 2026 -
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v5i1.7544

Abstract

Pekerja UMKM sektor informal menghadapi bahaya kerja yang karakteristiknya berbeda menurut jenis industri, namun kajian yang membandingkan langsung prioritas bahaya antara UMKM mebel/perkayuan dan UMKM tahu/olahan kedelai masih terbatas. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan dan membandingkan nilai risiko tertinggi pada setiap kategori bahaya keselamatan dan kesehatan kerja (K3) antara UMKM mebel dan UMKM tahu menggunakan metode Hazard Identification and Risk Assessment (HIRA). Penelitian menggunakan desain deskriptif komparatif dengan pendekatan kualitatif, berdasarkan observasi dan wawancara terhadap pekerja UMKM mebel/perkayuan dan lima pekerja UMKM tahu/olahan kedelai, menghasilkan identifikasi bahaya yang dianalisis menggunakan matriks Probability x Severity (P x S). Hasil menunjukkan nilai risiko tertinggi UMKM mebel mencapai 16 (kategori Tinggi), pada bahaya kimia (debu kayu), ergonomi (cedera tulang belakang saat mengangkat kayu), dan fisik (kebisingan mesin blandar/ketam), sedangkan UMKM tahu hanya mencapai 12 (kategori Tinggi), pada bahaya fisik (kebisingan mesin giling, lantai licin, pencahayaan kurang), mekanik (pisau tajam saat memotong tahu), dan ergonomi (posisi duduk saat mengepres). Perbedaan ini menunjukkan bahwa titik bahaya prioritas pengendalian berbeda antara kedua jenis UMKM.
Edukasi Bahaya Ergonomi dan Teknik Manual Handling bagi Pekerja UMKM Olahan Kedelai di daerah XYZ: Pengabdian Charisha Mahda Kumala; Novi Styaningsih; Hikmah Sekarningtyas; Rohmad Kafidzin
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 5 Nomor 1 (Juli 2026 -
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v5i1.7545

Abstract

Sektor informal, termasuk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), umumnya memiliki keterbatasan penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) karena minimnya pengetahuan pekerja mengenai bahaya di tempat kerja serta ketiadaan Alat Pelindung Diri (APD) yang memadai. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan kesadaran seorang pekerja pada bagian pengangkatan dan pemindahan karung kedelai di UMKM olahan kedelai “Soya” mengenai bahaya kerja dan teknik kerja aman. Metode yang digunakan meliputi observasi, wawancara, identifikasi bahaya dengan metode Hazard Identification and Risk Assessment (HIRA), serta edukasi tatap muka disertai demonstrasi teknik manual handling ergonomis. Hasil identifikasi bahaya menunjukkan bahwa aktivitas kerja didominasi oleh bahaya ergonomi (postur membungkuk saat mengangkat dan mencurahkan beban) dan bahaya fisik/mekanik (lantai licin, troli beroda kecil, dan tumpukan karung tidak stabil), dengan kategori risiko dominan Sedang. Setelah edukasi, pekerja menunjukkan pemahaman yang lebih baik mengenai bahaya kerja dan mampu mempraktikkan teknik mengangkat beban dengan menekuk lutut, meskipun penerapan konsisten masih memerlukan pembiasaan dan pendampingan lanjutan. Kegiatan ini juga mendorong pengenalan Alat Pelindung Diri (APD) dasar berupa sarung tangan grip, sepatu boots anti-slip, dan earplug. Kesimpulannya, edukasi K3 berbasis identifikasi bahaya secara langsung efektif meningkatkan kesadaran keselamatan kerja pada pekerja sektor informal, meskipun keberlanjutannya memerlukan dukungan pemilik usaha dalam penyediaan sarana keselamatan kerja.