Perkembangan kemampuan verbal siswa sekolah dasar masih menjadi perhatian karena rendahnya interaksi lisan dalam pembelajaran Bahasa Indonesia. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan bentuk tindak tutur ekspresif guru, menganalisis pelaksanaannya dalam pembelajaran Bahasa Indonesia, serta mengidentifikasi potensi dampaknya terhadap kemampuan verbal siswa. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Populasi penelitian meliputi aktivitas pembelajaran Bahasa Indonesia di kelas VI SDN 2 Merak Batin Semester Ganjil Tahun Ajaran 2025/2026 dengan subjek penelitian guru Bahasa Indonesia dan 22 siswa kelas VI.B. Instrumen penelitian berupa peneliti sebagai instrumen utama yang didukung pedoman observasi partisipatif, pedoman wawancara mendalam, dan dokumentasi. Data dianalisis melalui reduksi data, klasifikasi, pengorganisasian, serta interpretasi secara induktif. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 20 tindak tutur ekspresif guru yang terdiri atas berterima kasih, memberi selamat, meminta maaf, menyalahkan, memuji, dan berbelasungkawa, dengan bentuk memuji sebagai tuturan yang paling dominan. Penelitian juga menunjukkan bahwa penggunaan tindak tutur ekspresif berkontribusi terhadap terciptanya pembelajaran yang lebih interaktif, meningkatnya motivasi belajar, serta berkembangnya kemampuan verbal siswa yang ditunjukkan oleh capaian aspek linguistik, aspek ekstralinguistik, dan refleksi hasil belajar siswa. Disimpulkan bahwa tindak tutur ekspresif guru berpotensi menjadi strategi komunikasi pembelajaran yang efektif untuk menstimulasi kemampuan verbal siswa sekolah dasar.
Copyrights © 2026