Krisis perubahan iklim global telah mendorong pergeseran paradigma di sektor keuangan Islam melalui pengembangan instrumen pembiayaan hijau yang berlandaskan keadilan sosial dan keberlanjutan lingkungan. Studi ini bertujuan untuk menganalisis dan mengevaluasi secara empiris pengaruh penerbitan sukuk hijau terhadap kinerja keuangan penerbit/negara dan implikasinya terhadap pertumbuhan ekonomi berkelanjutan, dengan menggunakan studi komparatif antara dua yurisdiksi keuangan Islam utama di Asia Tenggara, yaitu Indonesia dan Malaysia. Dengan menggunakan pendekatan kuantitatif komparatif, data sekunder dikumpulkan dari laporan keuangan, laporan keberlanjutan tahunan, dan indikator makroekonomi selama periode pengamatan yang relevan. Hasil analisis menunjukkan bahwa penerbitan sukuk hijau secara signifikan memberikan kontribusi positif terhadap peningkatan kinerja keuangan, yang diukur dengan rasio profitabilitas dan efisiensi biaya modal. Lebih lanjut, analisis komparatif mengungkapkan perbedaan signifikan dalam efektivitas tata kelola pelaporan akuntansi lingkungan dan kontribusi makro terhadap indikator ekonomi hijau antara kedua negara. Malaysia menunjukkan tingkat kematangan regulasi yang lebih tinggi dan standar pengungkapan akuntansi hijau yang lebih terstruktur, sedangkan Indonesia unggul dalam pertumbuhan volume penerbitan sukuk hijau ritel dan pemerintah.
Copyrights © 2026