Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi kesalahan paling umum yang dilakukan oleh siswa kelas tujuh di SMP Negeri 2 Singingi saat menyelesaikan soal-soal yang berkaitan dengan pecahan. Sampel sebanyak sepuluh siswa dipilih menggunakan teknik purposive sampling untuk penelitian deskriptif kualitatif ini. Informasi dikumpulkan melalui ujian tertulis yang terdiri dari lima pertanyaan yang berkaitan dengan soal cerita kontekstual, penjumlahan, pengurangan, perkalian, dan pembagian pecahan. Analisis kesalahan merujuk pada pengelompokan yang diajukan oleh Gulvara yang mencakup kesalahan konsep, kesalahan prosedur, dan kesalahan dalam perhitungan dengan tujuh indikator. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa kesalahan paling sering terjadi pada indikator P2 (tidak menyederhanakan jawaban akhir) sebesar 90%, K2 (salah menentukan KPK) sebesar 70%, dan P1 (langkah tidak teratur dan tidak lengkap) sebesar 60% diikuti K3 (tidak dapat mengubah pecahan campuran) sebesar 40%. Kesalahan terkecil terdeteksi pada K1 dan H2, yaitu sebesar 20%. Hasil ini menunjukkan pentingnya memperkuat pemahaman mengenai konsep KPK, konversi pecahan campuran, serta membiasakan siswa menyederhanakan hasil akhir pecahan dalam pembelajaran matematika di kelas VII.
Copyrights © 2026