Permasalahan penelitian ini adalah belum optimalnya keterampilan komunikasi, berpikir kritis, dan kolaborasi. Kondisi tersebut ditunjukkan oleh rendahnya kepercayaan diri siswa dalam berkomunikasi, kemampuan bekerja sama yang belum optimal, serta ketergantungan siswa pada arahan guru dalam menganalisis dan menyimpulkan permasalahan. Sebagai langkah penyelesaian, model pembelajaran PEREKAT diintegrasikan dalam proses studi ini. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan serta menganalisis keterampilan komunikasi, berpikir kritis, dan kolaborasi siswa. Penelitian ini menerapkan pendekatan kualitatif yang dilaksanakan dalam bentuk Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dalam empat pertemuan. Adapun fokus subjeknya melibatkan 29 siswa pada kelas VA di SDN 2 Syamsudin Noor Banjarbaru untuk periode akademik 2025/2026. Data penelitian ini merupakan data kualitatif yang didapatkan dari keterampilan siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterampilan komunikasi dan kolaborasi dari 17% meningkat menjadi 83%, dan keterampilan berpikir kritis dari 17% meningkat menjadi 79%. Disimpulkan bahwa penerapan model PEREKAT mampu meningkatkan keterampilan komunikasi, berpikir kritis, dan kolaborasi.
Copyrights © 2026