Pembelajaran IPAS di sekolah dasar masih menghadapi tantangan keterbatasan media interaktif yang kontekstual, menarik, dan mampu mengakomodasi kebutuhan abad ke-21. Keragaman budaya Indonesia sebagai materi pembelajaran memerlukan pendekatan yang joyful (menyenangkan) dan meaningful (bermakna) serta mendukung literasi bilingual. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru dan pemahaman siswa melalui pemanfaatan media Augmented Reality (AR) bilingual pada pembelajaran IPAS. Program dilaksanakan bersama KKG 02 Kebondalem Banyuwangi melalui tahapan koordinasi, pelatihan guru, pendampingan implementasi di kelas, serta evaluasi menggunakan instrumen preātest dan post-test. Media yang dikembangkan berupa flashcard AR bilingual dengan konten keragaman budaya Indonesia. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada rata-rata skor pemahaman siswa (mean pre-test = 3,25; mean post-test = 4,48) dan guru (mean pre-test = 3,02; mean post-test = 4,16). Kegiatan pengabdian ini efektif dalam meningkatkan kualitas pembelajaran IPAS yang lebih interaktif dan bermakna, sekaligus memperkuat kompetensi guru dalam memanfaatkan teknologi pembelajaran berbasis AR.
Copyrights © 2026