Perkembangan sistem pembayaran digital melalui Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) mendorong perubahan perilaku transaksi masyarakat, namun tingkat adopsinya masih dipengaruhi oleh kemampuan individu dalam memahami dan menerima teknologi. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh literasi keuangan terhadap tingkat adopsi sistem pembayaran QRIS dengan penerimaan teknologi berdasarkan Unified Theory of Acceptance and Use of Technology (UTAUT) sebagai variabel mediasi pada mahasiswa di Jawa Barat. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei eksplanatori terhadap 392 mahasiswa yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM) dengan SmartPLS 4. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat literasi keuangan dan tingkat adopsi QRIS mahasiswa berada pada kategori tinggi. Pengetahuan keuangan, sikap keuangan, dan perilaku keuangan terbukti berpengaruh positif terhadap sebagian besar konstruk UTAUT. Performance expectancy, effort expectancy, dan Facilitating Conditions berpengaruh positif terhadap penggunaan aktual QRIS, sedangkan social influence tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan. Ketiga konstruk UTAUT tersebut juga terbukti memediasi pengaruh literasi keuangan terhadap tingkat adopsi QRIS. Penelitian ini menyimpulkan bahwa peningkatan literasi keuangan mampu mendorong adopsi QRIS melalui terbentuknya penerimaan teknologi yang lebih baik sehingga mendukung pengembangan ekosistem pembayaran digital yang efektif dan berkelanjutan.
Copyrights © 2025