Anry Firmansyah
Universitas Padjadjaran

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Implementasi Prinsip Good Governance dalam Tata Kelola Keuangan Daerah pada APBD Kota Bandung Tahun 2023 Fikri Hidayat Aprian; Anry Firmansyah
Permana : Jurnal Perpajakan, Manajemen, dan Akuntansi Vol. 17 No. 3 (2025): Special Issue
Publisher : Faculty of Economics and Business, University of Pancasakti Tegal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24905/permana.v17i3.1567

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi prinsip-prinsip Good Governance dalam tata kelola keuangan daerah pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Bandung Tahun 2023. Prinsip yang dikaji meliputi transparansi, akuntabilitas, efektivitas, dan efisiensi dalam proses perencanaan, pelaksanaan, serta pertanggungjawaban keuangan daerah. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, dokumentasi, dan studi kepustakaan. Informan penelitian terdiri atas pihak-pihak yang terlibat dalam pengelolaan keuangan daerah di lingkungan Pemerintah Kota Bandung. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pemerintah Kota Bandung telah berupaya menerapkan prinsip-prinsip Good Governance dalam pengelolaan APBD Tahun 2023. Namun demikian, masih ditemukan beberapa kendala, antara lain deviasi antara perencanaan dan realisasi anggaran, belum optimalnya serapan belanja, serta perlunya penguatan aspek pengawasan dan koordinasi antarperangkat daerah. Penelitian ini memberikan kontribusi praktis sebagai bahan evaluasi dalam upaya meningkatkan kualitas tata kelola keuangan daerah yang lebih transparan, akuntabel, efektif, dan efisien.
Analisis Strategi Badan Pendapatan Daerah Provinsi Jawa Barat Guna Meningkatkan Pajak Kendaraan Bermotor Melalui WhatsApp Blasting Omni Communication Assistant Ahmad Firdaus Mirza; Anry Firmansyah
Permana : Jurnal Perpajakan, Manajemen, dan Akuntansi Vol. 17 No. 3 (2025): Special Issue
Publisher : Faculty of Economics and Business, University of Pancasakti Tegal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24905/permana.v17i3.1508

Abstract

Digitalisasi dalam pelayanan publik menjadi strategi yang semakin banyak diterapkan pemerintah daerah untuk meningkatkan efektivitas komunikasi kepada masyarakat, termasuk dalam pengelolaan dan optimalisasi penerimaan pajak daerah. Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi Jawa Barat memanfaatkan teknologi WhatsApp Blasting Omni Communication Assistant sebagai salah satu instrumen komunikasi digital guna mendorong kepatuhan wajib pajak dalam pembayaran Pajak Kendaraan Bermotor (PKB). Penelitian ini bertujuan menganalisis strategi yang diterapkan Bapenda Jabar dalam meningkatkan penerimaan Pajak Kendaraan Bermotor melalui pemanfaatan digitalisasi komunikasi berupa WhatsApp Blasting. Penelitian menggunakan pendekatan studi kasus kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi terhadap pengguna dan penerima layanan WhatsApp Blasting di Jawa Barat. Analisis penelitian menggunakan konsep Manajemen Strategik menurut (Jan-Erik Johanson, 2021) serta pendekatan Technology Acceptance Model 3 (TAM 3) menurut (Venkatesh & Bala, 2008) untuk memahami strategi organisasi dan tingkat penerimaan teknologi oleh pengguna. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemanfaatan WhatsApp Blasting merupakan strategi digital yang efektif dalam meningkatkan kesadaran dan kepatuhan wajib pajak. Strategi ini berhasil menjangkau ribuan wajib pajak secara masif namun tetap bersifat personal, sehingga berkontribusi signifikan terhadap realisasi penerimaan pajak daerah. Meskipun demikian, beberapa kendala masih ditemukan, antara lain keterbatasan validitas data wajib pajak, banyaknya nomor telepon tidak aktif, data kepemilikan kendaraan yang belum diperbarui, serta rendahnya tingkat respons penerima pesan. Untuk mengoptimalkan penggunaan WhatsApp Blasting ke depannya, diperlukan peningkatan kualitas pengelolaan basis data wajib pajak, serta pengembangan sistem komunikasi digital yang lebih terintegrasi agar pemanfaatan teknologi ini dapat secara optimal mendukung peningkatan penerimaan pajak daerah di Provinsi Jawa Barat.
Pengaruh Literasi Keuangan Terhadap Tingkat Adopsi Sistem Pembayaran QRIS Dengan Penerimaan Teknologi (UTAUT) Sebagai Variabel Mediasi pada Mahasiswa di Jawa Barat Asthi Nur Azna; Anry Firmansyah
Permana : Jurnal Perpajakan, Manajemen, dan Akuntansi Vol. 17 No. 3 (2025): Special Issue
Publisher : Faculty of Economics and Business, University of Pancasakti Tegal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24905/permana.v17i3.1606

Abstract

Perkembangan sistem pembayaran digital melalui Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) mendorong perubahan perilaku transaksi masyarakat, namun tingkat adopsinya masih dipengaruhi oleh kemampuan individu dalam memahami dan menerima teknologi. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh literasi keuangan terhadap tingkat adopsi sistem pembayaran QRIS dengan penerimaan teknologi berdasarkan Unified Theory of Acceptance and Use of Technology (UTAUT) sebagai variabel mediasi pada mahasiswa di Jawa Barat. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei eksplanatori terhadap 392 mahasiswa yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM) dengan SmartPLS 4. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat literasi keuangan dan tingkat adopsi QRIS mahasiswa berada pada kategori tinggi. Pengetahuan keuangan, sikap keuangan, dan perilaku keuangan terbukti berpengaruh positif terhadap sebagian besar konstruk UTAUT. Performance expectancy, effort expectancy, dan Facilitating Conditions berpengaruh positif terhadap penggunaan aktual QRIS, sedangkan social influence tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan. Ketiga konstruk UTAUT tersebut juga terbukti memediasi pengaruh literasi keuangan terhadap tingkat adopsi QRIS. Penelitian ini menyimpulkan bahwa peningkatan literasi keuangan mampu mendorong adopsi QRIS melalui terbentuknya penerimaan teknologi yang lebih baik sehingga mendukung pengembangan ekosistem pembayaran digital yang efektif dan berkelanjutan.