Komunikasi antara guru dan orang tua merupakan salah satu faktor penting dalam mendukung keberhasilan belajar siswa melalui kemitraan antara sekolah dan keluarga. Namun, pelaksanaannya di sekolah dasar masih menghadapi berbagai tantangan, seperti perbedaan respons orang tua dan hambatan dalam proses komunikasi. Penelitian ini bertujuan menganalisis strategi komunikasi yang diterapkan guru, respons orang tua terhadap komunikasi tersebut, serta hambatan yang dihadapi dalam mendukung keberhasilan belajar siswa. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus di SDN Sukaraja I Kabupaten Sumedang. Partisipan penelitian terdiri atas satu guru wali kelas IV-B dan tujuh orang tua siswa yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara semiterstruktur, observasi terhadap komunikasi pada grup WhatsApp kelas, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan SaldaƱa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru menerapkan strategi komunikasi melalui pembangunan komunikasi sejak awal semester, penyesuaian komunikasi dengan karakteristik orang tua, pemanfaatan WhatsApp sebagai media utama, penentuan waktu penyampaian informasi, dan pemberian umpan balik. Respons orang tua tampak dalam bentuk respons kognitif, afektif, dan perilaku yang mendorong keterlibatan mereka dalam mendampingi belajar anak. Hambatan komunikasi meliputi keterbatasan teknis, keterbatasan waktu, keterbukaan orang tua, dan ketidakmerataan pendampingan belajar di rumah. Penelitian ini menyimpulkan bahwa strategi komunikasi yang adaptif dan berkelanjutan mampu memperkuat kolaborasi antara guru dan orang tua dalam mendukung keberhasilan belajar siswa.
Copyrights © 2026