Kelengkapan pendokumentasian asuhan keperawatan merupakan indikator mutu pelayanan dan akuntabilitas profesional perawat. Hasil audit internal di ruang rawat inap RSD A. Dadi Tjokrodipo Bandar Lampung tahun 2025 menunjukkan capaian dokumentasi masih berkisar 66–78% dan belum memenuhi standar 100%. Kondisi ini diduga berkaitan dengan penerapan manajemen waktu perawat pelaksana yang belum optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan penerapan manajemen waktu perawat pelaksana dengan kelengkapan pendokumentasian asuhan keperawatan. Penelitian menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross sectional dan teknik total sampling dengan jumlah sampel 56 responden. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner manajemen waktu dan lembar observasi dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara manajemen waktu dengan kelengkapan dokumentasi (p-value = 0,001) dengan nilai OR sebesar 8,123 (CI 95%: 2,490–26,503). Perawat dengan manajemen waktu baik memiliki peluang 8,123 kali lebih besar untuk melakukan pendokumentasian dengan baik dibandingkan dengan perawat yang memiliki manajemen waktu kurang baik. Disimpulkan bahwa semakin efektif manajemen waktu perawat, semakin optimal kelengkapan dokumentasi asuhan keperawatan. Kata kunci: dokumentasi asuhan keperawatan; manajemen waktu; perawat pelaksana; ruang rawat inap
Copyrights © 2026