Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Hubungan Kebiasan Cuci Tangan Pakai Sabun Dengan Kejadian Diare Akut Anak Sekolah Dasar : The Relationship Between Handwashing Habits Using Soap and the Incidence of Acute Diarrhea in Elementary School Children I Gede Satria Jaya; Ida Subardiah; Ari Sukma Nela
Jurnal Keperawatan Bunda Delima Vol 8 No 1 (2026): EDISI JANUARI
Publisher : Akademi Keperawatan Bunda Delima Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59030/jkbd.v8i1.207

Abstract

Pendahuluan: Diare masih menjadi salah satu masalah kesehatan utama pada anak usia sekolah, khususnya di negara berkembang. Perilaku cuci tangan pakai sabun merupakan langkah sederhana namun efektif dalam mencegah terjadinya diare. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kebiasaan cuci tangan pakai sabun dengan kejadian diare akut pada siswa kelas V di SD Negeri 1 Palapa Bandar Lampung tahun 2025. Metode: Desain penelitian ini adalah kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas V sebanyak 108 orang, dengan sampel berjumlah 86 responden yang dipilih menggunakan teknik simple random sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner, dan analisis data menggunakan uji chi-square. Hasil: Penelitian menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara kebiasaan cuci tangan pakai sabun dengan kejadian diare (p-value = 0,018 < 0,05). Kesimpulan: Temuan ini menegaskan bahwa semakin baik kebiasaan cuci tangan siswa, semakin rendah risiko terjadinya diare. Penelitian ini merekomendasikan agar pihak sekolah menyediakan sarana cuci tangan yang memadai dan mengintegrasikan edukasi perilaku hidup bersih dan sehat dalam kegiatan belajar sehari-hari.
Determinants of Perceived Benefits and Ease of Use of the JKN Mobile App Among Outpatients: A Cross-Sectional Study Ari Sukma Nela; Armen Patria; Prayetni Prayetni
Jurnal Manajemen Informasi Kesehatan (Health Information Management) Vol. 11 No. 1 (2026): Health Information and Management
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Sapta Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51851/jmik.v11i1.968

Abstract

Background: The digitization of healthcare services has encouraged the utilization of information technology to improve efficiency, accessibility, and quality of healthcare services. One innovation developed by BPJS Kesehatan is the Mobile JKN application, which facilitates participants in accessing various administrative and healthcare services digitally. However, the utilization of the Mobile JKN application among outpatients remains suboptimal. This condition is assumed to be influenced by users’ perceptions of perceived usefulness and perceived ease of use. Therefore, this study aimed to analyze the determinants of perceived usefulness and perceived ease of use toward the utilization of the Mobile JKN application among outpatients at Bandar Negara Husada Regional General Hospital. Method: This study employed a quantitative approach with a cross-sectional analytical design. The sample consisted of 150 outpatient participants enrolled in the JKN program who were selected based on inclusion and exclusion criteria. Data were collected using a structured questionnaire that assessed respondent characteristics, perceived usefulness, perceived ease of use, and utilization of the Mobile JKN application. Data analysis was conducted using univariate analysis, bivariate analysis with the chi-square test, and multivariate logistic regression analysis. Result: The bivariate analysis demonstrated that perceived usefulness (p = 0.001) and perceived ease of use (p = 0.002) were significantly associated with the utilization of the Mobile JKN application. Furthermore, the multivariate logistic regression analysis revealed that perceived usefulness was the dominant factor influencing Mobile JKN utilization (AOR = 3.26; 95% CI: 1.63–6.51; p = 0.001), while perceived ease of use also showed a significant association (AOR = 2.59; 95% CI: 1.38–4.86; p = 0.003). Conclusion: Perceived usefulness and perceived ease of use significantly influence the utilization of the Mobile JKN application among outpatients. Perceived usefulness was identified as the most dominant factor affecting application utilization. Therefore, efforts to improve users’ understanding of the benefits and ease of use of the Mobile JKN application are necessary to increase the adoption of digital healthcare services among JKN participants.
Hubungan Gaya Kepemimpinan Kepala Ruangan Dengan Perilaku Caring Perawat Milenial Bela Martasela; Ari Sukma Nela; Budi Antoro
Jurnal Anoa Keperawatan Mandala Waluya Vol. 5 No. 2 (2026): Jurnal Anoa Keperawatan Mandala Waluya (JAKMW)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan dan Profesi Ners. Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54883/jakmw.v5i2.1612

Abstract

Gaya kepemimpinan kepala ruangan merupakan salah satu faktor yang memengaruhi perilaku caring perawat sebagai indikator mutu pelayanan keperawatan. Namun, pada perawat generasi milenial, penerapan perilaku caring masih menunjukkan variasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan gaya kepemimpinan kepala ruangan dengan perilaku caring perawat milenial di salah satu RSUD di Provinsi Lampung. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif analitik dengan pendekatan potong lintang pada 56 perawat pelaksana diruang rawat inap yang dipilih dengan teknik total sampling. Analisis data dilakukan menggunakan uji kai quadrat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gaya kepemimpinan didominasi gaya partisipatif (98,2%) dan sebagian besar perawat memiliki perilaku caring kurang baik (53,6%). Uji statistik menunjukkan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara gaya kepemimpinan kepala ruangan dengan perilaku caring perawat milenial (p=0,348). Temuan ini menunjukkan bahwa perilaku caring tidak hanya dipengaruhi oleh gaya kepemimpinan, tetapi juga oleh faktor lain seperti motivasi, beban kerja, dan lingkungan organisasi. Oleh karena itu, diperlukan strategi yang lebih komprehensif untuk meningkatkan perilaku caring perawat.