Konflik sosial dalam masyarakat merupakan proses yang selalu ada dalam dinamika sosial, adanya unsur pemantik dalam memunculkan konflik sosial seperti sebuah kebijakan publik menjadi hal yang menarik untuk dikaji lebih dalam, hal ini dikarenakan sebuah kebijakan dapat menjadi sebuah penentu bagi kelangsungan hidup masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk 1) Menganalisis bentuk konflik sosial yang terjadi akibat kebijakan reklamasi di Pulau Lae-Lae Kota Makassar, 2) Mengetahui upaya pihak terkait dalam menanggulangi konflik yang terjadi akibat kebijakan reklamasi di Pulau Lae-Lae Kota Makassar. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Jumlah informan dalam penelitian sebanyak 10 orang yang ditentukan melalui teknik purposive sampling dengan kriteria yaitu: a) Masyarakat Pulau Lae-Lae Kota Makassar b) Tokoh Masyarakat Pulau Lae-Lae Kota Makassar, dan c) NelayanPulau Lae-Lae Kota Makassar. Teknik pengumpulan data yakni observasi, wawancara, dandokumentasi. Pemeriksaan keabsahan data dilakukan dengan teknik triangulasi sumber, dan teknik analisis data yaitu kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: 1) Bentuk konflik sosial yang terjadi akibat kebijakan reklamasi di Pulau Lae-Lae Kota Makassar yaitu berupa konflik kepentingan antara beberapa pihak seperti: a) Konflik antargolongan masyarakat pesisir, b) Konflik masyarakat dan pemerintah, c) Konflik masyarakat dan pengembang proyek reklamasi, dan d) Konflik masyarakat dan pihak keamanan. 2) Upaya pihak terkait dalam menanggulangi konflik yang terjadi akibat kebijakan reklamasi di Pulau Lae-Lae Kota Makassar yaitu: a) Upaya preventif berupa mediasi dan musyawarah b) Upaya represif berupa desakan dan pemberian sanksi sosial dan c) Upaya kuratif berupa musyawarah, mediasi, dan kompromi.
Copyrights © 2026