Angka Kematian Ibu (AKI) di Indonesia masih menunjukkan tren peningkatan, dan hipertensi dalam kehamilan (HDK) merupakan salah satu penyebab utamanya akibat rendahnya pengetahuan dan kemampuan deteksi dini di tingkat komunitas. Kondisi ini menegaskan pentingnya penguatan kompetensi kader kesehatan sebagai garda terdepan dalam pelayanan kesehatan maternal. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan sikap kader kesehatan mengenai HDK melalui intervensi edukasi kesehatan yang terstruktur. Metode pelaksanaan mencakup analisis situasi awal, penyuluhan kesehatan menggunakan pendekatan ceramah, diskusi, studi kasus, serta praktik skrining, diikuti evaluasi melalui pre-test dan post-test untuk mengukur pengetahuan serta kuesioner skala Likert untuk menilai sikap. Sebanyak 50 kader kesehatan berpartisipasi dalam kegiatan ini. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan skor rata-rata pengetahuan dari 5,6 menjadi 9,0 (kenaikan 60,7%), dengan uji paired t-test menghasilkan p = 0,000, serta seluruh peserta menunjukkan sikap positif dalam kategori baik (100%). Temuan ini menunjukkan bahwa edukasi kesehatan berbasis interaktif efektif meningkatkan kompetensi kader dalam mengenali dan melakukan deteksi dini HDK, mendukung upaya pencegahan komplikasi maternal di tingkat komunitas. Implikasi penelitian menegaskan perlunya integrasi edukasi kader secara berkelanjutan sebagai bagian dari program kesehatan maternal, terutama di wilayah dengan keterbatasan akses layanan kesehatan, untuk memperkuat sistem deteksi dini dan rujukan hipertensi pada kehamilan.
Copyrights © 2026