UMKM memiliki peran penting dalam pertumbuhan ekonomi, namun masih menghadapi permasalahan pengelolaan keuangan yang berdampak pada rendahnya kesiapan memperoleh akses pembiayaan formal. Kondisi tersebut juga ditemukan pada UMKM JAWARA Bojongsari Kota Depok, dimana sebagian pelaku usaha belum melakukan pencatatan transaksi secara sistematis, belum memisahkan keuangan usaha dan pribadi, serta belum memiliki alat ukur kesehatan keuangan usaha. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan kesiapan kredit melalui pengembangan dan validasi Early Warning System (EWS) kesehatan keuangan UMKM berbasis rasio keuangan. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif dan pendampingan melalui tahapan observasi, penyampaian materi, simulasi penggunaan instrumen EWS, pendampingan, dan evaluasi hasil. Kegiatan melibatkan 26 pelaku UMKM sebagai peserta. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa instrumen EWS mampu membantu peserta melakukan identifikasi kondisi usaha secara lebih terstruktur. Rekapitulasi hasil menunjukkan sebanyak 23% peserta berada pada kategori sehat, 58% kategori cukup sehat, dan 19% kategori perlu pendampingan. Kegiatan ini juga mendorong peningkatan pemahaman pengelolaan keuangan dan kesiapan memperoleh akses pembiayaan secara lebih berkelanjutan.
Copyrights © 2026