Dismenorea merupakan salah satu ketidaknyamanan menstruasi yang sering dirasakan. Prevalensi dismenorea secara global mencapai 71,1% dan Indonesia sebesar 87,5%. Dampak dismenorea pada remaja meliputi rasa nyaman terganggu, aktifitas menurun, pola tidur dan selera makan terganggu, kesulitan berkonsentrasi sampai dengan menggangu kegiatan sehari-hari. Pengetahuan sangat penting untuk membentuk perilaku seseorang terutama dalam menangani dismenorea. Pengetahuan yang cukup akan menjadi dasar penatalaksaan awal individu dalam mengurangi dismenorea yang dirasakan. Penyuluhan merupakan upaya perubahan perilaku manusia yang dilakukan melalui pendekatan edukatif. Tujuan dari kegiatan ini untuk agar remaja putri dapat mengatasi dismenore dengan tepat. Metode dari kegiatan ini berupa penyuluhan kepada mahasiswi. Jumlah mitra yang menjadi sasaran adalah 20 mahasiswi. Hasil yang akan dicapai adalah peningkatan pengetahuan mahasiswi mengenai dismenorea dengan presentase hasil pretest yang dikategorikan berpengetahuan baik, berpengetahuan cukup, dan berpengetahuan kurang.
Copyrights © 2026