Museum Sri Baduga merupakan salah satu museum sejarah tertua di Kota Bandung yang memiliki potensi besar sebagai destinasi wisata budaya, khususnya dalam pelestarian dan pengenalan sejarah serta budaya Sunda. Dalam upaya menarik minat pengunjung, Museum Sri Baduga memanfaatkan media sosial Instagram sebagai sarana komunikasi dan promosi digital. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penggunaan konten digital media sosial Instagram @sribaduga1980 oleh Museum Sri Baduga Kota Bandung dalam mendukung keterlibatan audiens dan minat berkunjung ke museum. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara dengan pengurus tetap Museum Sri Baduga serta observasi terhadap konten Instagram @sribaduga1980. Analisis data dilakukan dengan mengacu pada empat pilar strategi media sosial yang dikemukakan oleh Safko dan Brake, yaitu komunikasi, kolaborasi, edukasi, dan hiburan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Museum Sri Baduga telah menerapkan keempat pilar strategi media sosial tersebut dalam pengelolaan konten digitalnya. Pilar komunikasi diwujudkan melalui konten interaktif yang mendorong terjadinya komunikasi dua arah antara museum dan audiens. Pilar kolaborasi tercermin melalui kerja sama dengan institusi pendidikan, komunitas budaya, dan media digital untuk memperluas jangkauan audiens. Pilar edukasi ditampilkan melalui konten informatif mengenai koleksi, sejarah, dan kegiatan museum yang dikemas secara visual dan naratif. Sementara itu, pilar hiburan dihadirkan melalui kuis, permainan, dan aktivitas kreatif yang membangun kedekatan emosional dengan audiens. Secara keseluruhan, pemanfaatan Instagram oleh Museum Sri Baduga berperan sebagai sarana komunikasi strategis yang mendukung penguatan citra museum serta berkontribusi pada meningkatnya perhatian dan minat masyarakat untuk berkunjung secara langsung ke museum.
Copyrights © 2025