Diakonia merupakan elemen fundamental dalam kehidupan gereja yang mencerminkan perwujudan kasih Allah melalui pelayanan kepada sesama. Namun, dalam praktik gerejawi, diakonia kerap direduksi menjadi tindakan karitatif semata yang berfokus pada pemberian bantuan material, sehingga berpotensi melahirkan ketergantungan dan tidak mendorong kemandirian penerima. Berangkat dari persoalan tersebut, penelitian ini mengkaji Galatia 6:2 melalui pendekatan hermeneutika dan analisis kata untuk menawarkan pemahaman teologis yang lebih mendalam tentang diakonia. Frasa “menanggung beban satu sama lain” mengandung makna partisipasi aktif dan relasional dalam kehidupan sesama, yang mencakup dimensi fisik, emosional, sosial, dan spiritual. Dengan demikian, diakonia tidak hanya dipahami sebagai tindakan memberi, tetapi sebagai praktik empati dan solidaritas. Penelitian ini mengusulkan model diakonia transformatif yang menekankan relasi sejajar antara pemberi dan penerima, pemberdayaan, serta advokasi sosial. Pendekatan ini memungkinkan gereja menghadirkan pelayanan yang lebih inklusif, berkelanjutan, dan kontekstual dalam menjawab tantangan masyarakat modern.
Copyrights © 2026