Lukito, Andi Audi
Sekolah Tinggi Teologi Tawangmangu

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Hambatan Pemberitaan Injil di Tatar Pasundan: Suatu Auto Kritik Lukito, Andi Audi; Rohayani, Hani
Fidei: Jurnal Teologi Sistematika dan Praktika Vol 7 No 1 (2024): Juni 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Tawangmangu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34081/fidei.v7i1.527

Abstract

Kekristenan hadir di tatar pasundan bersamaan dengan hadirnya Vereenigde Oostindische Compagnie (VOC) di Batavia pada tahun 1619. Sungguhpun demikian, dibandingkan dengan daerah-daerah lainnya, pemberitaan Injil di Pasundan memperoleh hasil yang sangat sedikit. Kondisi ini mengundang pertanyaan, apa yang menjadi hambatan pemberitaan Injil di Pasundan begitu tidak berhasil khususnya dari sisi kekristenan? Untuk menjawab pertanyaan tersebut, penelitian ini menggunakan metode penelitian sejarah, yaitu sebuah penelitian yang melakukan penyelidikan kritis terhadap keadaan, perkembangan, serta pengalaman di masa lampau serta menginterpretasi dari sumber-sumber yang ada untuk menarik sebuah pelajaran. Melalui penelitian ini, ditemukan bahwa setidaknya ada delapan hambatan signifikan yang secara kritis menghambat penerimaan Injil dan menyebabkan orang Kristen Sunda menjadi orang asing di antara komunitas mereka sendiri. Penelitian ini dimaksudkan sebagai auto kritik bagi upaya pemberitaan Injil di Pasundan di masa kini dan yang akan datang, agar tidak mengulangi kesalahan yang sama sebagaimana yang terjadi pada abad ke 19. Dengan demikian, orang Sunda menjadi semakin terbuka terhadap berita Injil.
Telaah Galatia 6:2: Menata Ulang Diakonia Dari Charity Menuju Empati Andi Audi Lukito; Yohanes Edi Saputra
Voice Vol 6 No 1 (2026): Jurnal Voice
Publisher : LPPM STT Baptis Kalvari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54636/72n4k609

Abstract

Diakonia merupakan elemen fundamental dalam kehidupan gereja yang mencerminkan perwujudan kasih Allah melalui pelayanan kepada sesama. Namun, dalam praktik gerejawi, diakonia kerap direduksi menjadi tindakan karitatif semata yang berfokus pada pemberian bantuan material, sehingga berpotensi melahirkan ketergantungan dan tidak mendorong kemandirian penerima. Berangkat dari persoalan tersebut, penelitian ini mengkaji Galatia 6:2 melalui pendekatan hermeneutika dan analisis kata untuk menawarkan pemahaman teologis yang lebih mendalam tentang diakonia. Frasa “menanggung beban satu sama lain” mengandung makna partisipasi aktif dan relasional dalam kehidupan sesama, yang mencakup dimensi fisik, emosional, sosial, dan spiritual. Dengan demikian, diakonia tidak hanya dipahami sebagai tindakan memberi, tetapi sebagai praktik empati dan solidaritas. Penelitian ini mengusulkan model diakonia transformatif yang menekankan relasi sejajar antara pemberi dan penerima, pemberdayaan, serta advokasi sosial. Pendekatan ini memungkinkan gereja menghadirkan pelayanan yang lebih inklusif, berkelanjutan, dan kontekstual dalam menjawab tantangan masyarakat modern.
Hermeneutika Kaum Marginal: Analisis Etiko-Sosiologis Keluaran 22:21–27 dan Relevansinya bagi Kelompok Rentan Kontemporer Yosua Purbo; Andi Audi Lukito
Logia Vol. 8 No. 1 (2026): DESEMBER 2026
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Berea, Salatiga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37731/log.v8i1.362

Abstract

Artikel ini menggarisbawahi urgensi keadilan sosial dan prinsip etika dalam kehidupan bermasyarakat, dengan merujuk pada Keluaran 22:21–27. Ayat-ayat tersebut memuat perintah Tuhan untuk tidak menindas kelompok rentan seperti orang asing, janda, yatim piatu, dan kaum miskin—kelompok yang kerap menjadi korban ketidakadilan. Penelitian ini memakai metode kualitatif dengan pendekatan kritik teks dan analisis sosiologis, serta membandingkan beberapa versi Alkitab ,guna memperkaya pemahaman terhadap isi teks. Temuan menunjukkan bahwa Allah tidak hanya peduli terhadap penderitaan kaum tertindas, tetapi juga menunjukkan amarah-Nya kepada para penindas. Penekanan pada tanggung jawab etis dan kesadaran sosial menjadi ajakan bagi gereja dan orang percaya untuk turut serta memperjuangkan keadilan dan melindungi hak-hak mereka yang dilemahkan. Artikel ini menegaskan bahwa perintah Tuhan bersifat absolut dan menuntut umat-Nya untuk mewujudkan keadilan sosial sebagai bentuk nyata dari iman Kristen.