Ketidakmerataan distribusi fasilitas olahraga antara wilayah perkotaan dan daerah terpencil merupakan permasalahan mendasar dalam pembangunan olahraga Indonesia. Daerah terpencil masih menghadapi krisis multidimensi: infrastruktur dasar yang tidak memadai, keterbatasan akses terhadap pelatih profesional, minimnya perhatian pemerintah, serta dukungan finansial yang sangat terbatas. Penelitian ini menggunakan pendekatan kajian literatur sistematis untuk menganalisis urgensi pemerataan fasilitas olahraga di daerah terpencil, sekaligus mengidentifikasi tantangan utama dan mengusulkan solusi strategis. Hasil kajian menunjukkan bahwa ketimpangan infrastruktur olahraga berdampak signifikan terhadap kesenjangan prestasi atlet dan partisipasi masyarakat dalam aktivitas fisik. Diperlukan tiga pilar strategis utama: (1) perbaikan alokasi anggaran dan kebijakan pendanaan yang transparan; (2) model pembangunan kolaboratif antara pemerintah, sektor swasta, dan komunitas lokal; serta (3) pemanfaatan teknologi dan kearifan lokal dalam manajemen fasilitas yang berkelanjutan. Pemerataan fasilitas olahraga bukan sekadar persoalan infrastruktur fisik, melainkan sebuah persoalan keadilan sosial yang berpengaruh langsung terhadap kualitas sumber daya manusia dan daya saing nasional di dunia olahraga.
Copyrights © 2026