Jurnal HPJI (Himpunan Pengembangan Jalan Indonesia)
Vol. 12 No. 2 (2026)

PENGARUH ASPAL BUTON DAN PEREMAJA SC70 TERHADAP MODULUS RESILIEN CAMPURAN BETON ASPAL LAPIS AUS PADA BERBAGAI VARIASI TEMPERATUR

Deshafa S. P. A. Putri (Unknown)
Atmy Verani Rouly Sihombing (Unknown)
Tilaka Wasanta (Unknown)



Article Info

Publish Date
26 Jul 2026

Abstract

Abstract Flexible pavements in Indonesia are vulnerable to damage, such as fatigue cracking and rutting, due to repeated traffic loads and high temperatures. This study aims to evaluate the effect of using natural asphalt from Buton Island (Asbuton) and modifier SC-70, as a rejuvenating agent, on the resilient modulus of Asphalt Concrete-Wearing Course at various temperatures. Asbuton was added to the asphalt mixture at a 15% dosage to partially replace aggregate and petroleum asphalt, while SC-70 was used at a dosage of 2.3%. Resilient modulus testing was conducted using UMATTA equipment at temperatures of 20°C and 45°C. The results indicate that at 20 °C, both the control wearing course mixture and the mixture containing Asbuton exhibited high resilient modulus value, 1687.6 MPa and 1654.6 MPa, respectively, whereas the addition of the SC-70 rejuvenating agent reduced the resilient modulus value to 1202.4 MPa. The addition of Asbuton increased the resilient modulus at high temperatures, while the SC-70 rejuvenating agent enhanced the mixture's flexibility, thereby lowering the resilient modulus value. Keywords: asphalt concrete-wearing course; natural asphalt; Asbuton; SC-70 mofifier; resilient modulus Abstrak Perkerasan lentur di Indonesia rentan mengalami kerusakan, seperti retak lelah dan rutting, akibat beban lalu lintas berulang dan temperatur tinggi. Studi ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh penggunaan aspal alam Asbuton dan peremaja SC-70 terhadap modulus resilien campuran beraspal Lapis Aus pada berbagai tempe-ratur. Asbuton digunakan sebesar 15% pada campuran beraspal, sebagai substitusi agregat dan aspal minyak, sedangkan SC-70 digunakan sebagai peremaja, dengan kadar 2,3%. Pengujian modulus resilien dilakukan menggunakan alat UMATTA pada temperatur 20 °C dan 45 °C. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada tem-peratur 20 °C, campuran Lapis Aus kontrol dan campuran Lapis Aus dengan asbuton memiliki modulus resilien tinggi, yang masing-masing sebesar 1687,6 MPa dan 1654,6 MPa, sedangkan penambahan peremaja SC-70 menurunkan modulus resilien menjadi 1202,4 MPa. Penambahan asbuton meningkatkan modulus resilien pada temperatur tinggi, sedangkan peremaja SC-70 meningkatkan fleksibilitas campuran sehingga menurunkan nilai modulus resilien. Kata-kata kunci: Campuran beraspal lapis aus; aspal alam, asbuton; peremaja SC70; modulus resilien

Copyrights © 2026






Journal Info

Abbrev

HPJI

Publisher

Subject

Civil Engineering, Building, Construction & Architecture

Description

Jurnal HPJI adalah jurnal ilmiah di bidang teknik jalan yang diterbitkan dua kali setahun oleh HPJI. Makalah-makalah yang dimuat di jurnal ini merupakan makalah-makalah terbaik dari Seminar HPJI yang diadakan setiap tahun. Selain sebagai wadah komunikasi ilmiah, penerbitan Jurnal HPJI juga bertujuan ...