Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan
Vol 13, No 7 (2026): Volume 13 Nomor 7

Kehamilan Ektopik Terganggu Dengan Ruptur Tuba Sinistra Pada Wanita Usia 29 Tahun: Laporan Kasus

Bambang Kurniawan (Program Studi Profesi Dokter Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati)
Annisa Nursyafitri (Program Studi Profesi Dokter Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati)
Adinda Safira (Program Studi Profesi Dokter Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati)
Amirah Halfa Adillah (Program Studi Profesi Dokter Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati)
Adlian Fathurrahman (Program Studi Profesi Dokter Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati)
Aldy Yoza (Program Studi Profesi Dokter Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati)
Muhammad Yudhi Nandang Raharja (Program Studi Profesi Dokter Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati)
Wahid Haris Munhadi (Program Studi Profesi Dokter Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati)
Yuke Wulandari (Program Studi Profesi Dokter Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati)



Article Info

Publish Date
30 Jul 2026

Abstract

Kehamilan ektopik merupakan kondisi ketika implantasi hasil konsepsi terjadi di luar kavum uteri. Ketika terjadi ruptur pada kehamilan ektopik, kondisi ini dikenal sebagai kehamilan ektopik terganggu. Beberapa faktor risiko dapat berkontribusi terhadap kejadian ini, antara lain riwayat kehamilan ektopik sebelumnya, gangguan atau kerusakan tuba fallopi, serta riwayat infeksi salpingitis. Dilaporkan seorang wanita usia 29 tahun datang dengan keluhan nyeri di perut bagian bawah disertai hasil pemeriksaan kehamilan yang positif. Hasil laboratorium menunjukkan penurunan kadar hemoglobin dari 10,4 g/dL dan leukositosis. Pemeriksaan ultrasonografi menemukan kantung gestasi ekstrauterin pada adneksa kiri tanpa gambaran kehamilan intrauterin. Pasien kemudian dilakukan tindakan laparotomi emergensi dan salpingektomi kiri. Setelah prosedur operasi, pasien diberikan terapi berupa resusitasi cairan, transfusi PRC, analgesik, asam traneksamat, antibiotik profilaksis, serta suplemen pemulihan. Kondisi pasien berangsur membaik dan akhirnya dipulangkan dalam keadaan stabil. Kesimpulan: Identifikasi dini serta pemberian tindakan pembedahan segera pada kasus kehamilan ektopik terganggu sangat berperan dalam menekan angka morbiditas dan mortalitas. Kombinasi data anamnesis, pemeriksaan laboratorium, dan ultrasonografi merupakan pendekatan utama dalam penegakan diagnosis. Kasus ini dilaporkan karena pentingnya identifikasi dini terhadap pasien dengan gejala yang tidak khas sehingga dapat mencegah mortalitas.  

Copyrights © 2026






Journal Info

Abbrev

kesehatan

Publisher

Subject

Biochemistry, Genetics & Molecular Biology Health Professions Immunology & microbiology Medicine & Pharmacology Public Health

Description

Jurnal Ilmu Kedokteran dan kesehatan (JIKK) menyediakan platform untuk mempublikasikan artikel bidang Kedokteran dan kesehatan yang meliputi: kedokteran komunitas: epidemiologi penyakit, promosi kesehatan kedokteran keluarga pendidikan kedokteran kedokteran klinis: pediatrik, endokrin, reproduksi, ...