Penelitian ini dilakukan di Puskesmas Kandang, Kota Lhokseumawe dengan tujuan menganalisis pengaruh self-efficacy, motivasi kerja, dan lingkungan kerja terhadap kepuasan kerja tenaga kesehatan. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer yang diperoleh melalui kuesioner terstruktur skala Likert 5 tingkat terhadap populasi sebanyak 58 tenaga kesehatan aktif menggunakan teknik sampling jenuh (sensus). Data dianalisis menggunakan regresi linear berganda dengan bantuan SPSS V27. Hasil uji t secara parsial menunjukkan bahwa self-efficacy (t = -0,646; sig. = 0,521 > 0,05) dan motivasi kerja (t = -0,537; sig. = 0,593 > 0,05) berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap kepuasan kerja tenaga kesehatan. Sebaliknya, lingkungan kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan kerja tenaga kesehatan (t = 9,330; sig. = 0,000 < 0,05). Secara simultan, nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,680, yang berarti 68,0% variansi kepuasan kerja tenaga kesehatan dijelaskan oleh self-efficacy, motivasi kerja, dan lingkungan kerja. Temuan empiris ini mendukung Teori Dua Faktor Herzberg, yang menegaskan bahwa faktor higiene ekstrinsik bertindak sebagai prasyarat utama dalam menentukan kepuasan kerja di instansi pelayanan kesehatan publik.
Copyrights © 2026